Peserta pelatihan yang terdiri dari pegiat Karang Taruna Desa melakukan simulasi penyusunan perencanaan pembangunan desa.

Kendari (08/03) – “Kami pemuda-pemudi Indonesia yang tergabung satu dalam Karang Taruna. Kami penerus cita-cita bangsa demi kejayaan Republik Indonesia.” Kalimat di atas adalah sepenggal bait Mars Karang Taruna yang cukup bermakna dalam fungsi kepemimpinan, namum minim implementasi pada sumber daya maupun kaderisasi,  terutama di tingkat desa.

Hal ini tergambarkan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Karang Taruna yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 Maret 2017 di Graha Carita Kendari, atas kerjasama antara Yayasan Penabulu dengan IDRAP. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 38 peserta berasal dari 21 desa mitra IDRAP di Kaupaten Konawe, Konawe Selatan, Muna Utara, Muna dan Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Setahu kami selama ini kegiatan Karang Taruna merupakan kegiatan yang berhubungan dengan rekreasi, olah raga dan kesenian,” ujar Yadi dari Desa Pamandati.  Pernyataan Yadi  tersebut diamini oleh peserta lain karena memang tidak ada kegiatan Karang Taruna yang terencana dengan baik selain kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan.

Sri Purwani, dari Yayasan Penabulu, memfasilitasi kegiatan dengan menyampaikan materi utama mengenai peran dan tugas Karang Taruna. Ani menekankan bahwa Karang Taruna memiliki tiga tanggung jawab utama yaitu pemberdayaan kaum muda, pembinaan atas masalah sosial bagi generasi muda, dan lembaga yang menampung aspirasi kaum muda di tingkat desa. Selain itu, untuk meningkatkan peran Karang Taruna di desa, para peserta diberi gambaran mengenai implementasi UU Desa, perlunya keterlibatan kaum muda dalam perencanaan desa, penentuan skala prioritas maupun penggalian gagasan kelompok-kelompok masyarakat.

Selama ini, para aktivis Karang Taruna tersebut mengaku tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan desa. Akibatnya mereka hampir tidak mengetahui anggaran desa maupun mekanisme penetapan prioritas pembangunan. “Kami jarang sekali diikutkan dalam Musrenbangdes, juga kadang diundang tapi tidak datang, karena kegiatan untuk kami biasanya sudah ada yakni untuk 17-an,” begitu penegasan Tomo dari Desa Lelamo.

Amanah UU Desa adalah melibatkan semua elemen desa dalam perencanaan, tetapi desa kurang memberi kesempatan kepada kelompok kaum muda untuk bergerak dan terlibat dalam program-program utama, khususnya pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kemasyarakatan. Selain itu sebagian besar pemuda tersebut mengaku belum melek anggaran, yang mengakibatkan Karang Taruna sangat minim. Hal ini tampak dari rendahnya peningkatan ketrampilan dan pengembangan kelembagaan pemuda.

Pelatihan penguatan kapasitas kelembagaan Karang Taruna merupakan salah satu upaya IDRAP mendorong keterlibatan kaum muda di desa dan mewujudkan harapan kaum muda untuk tahu, paham dan terlibat dalam pembangunan desa. (SP)