Tim Pendukung

Menekuni bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kapasitas bagi organisasi masyarakat sipil sejak 1995 hingga kini. Dalam catatannya pengalamannya Ia telah berkarya di beberapa wilayah Indonesia dan Timor Leste. Pemahaman terhadap konteks lokal dan nasional dalam semangat penghormatan terhadap kultur, baik kultur masyarakat maupun organisasi, menjadi dasar baginya untuk melakukan fasilitasi dalam penguatan kelembagaan organisasi masyarakat sipil, pengorganisasian, dan pemberdayaan komunitas marjinal

Budi Susilo
Direktur Program

Sejak tahun 1998, aktif pada pekerjaan-pekerjaan pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, manajemen organisasi, dan advokasi kebijakan bagi masyarakat sipil. Dalam 10 tahun berkarya, Ia sudah melayani konsultansi peningkatan kapasitas pemberdayaan masyarakat di berbagai lembaga di seluruh Indonesia, insitusi pemerintah baik propinsi maupun kabupaten, pemerintahan desa di berbagai penjuru nusantara.

F.F. Sri Purwani
Spesialis Pemberdayaan Masyarakat

Sejak 2001 hingga kini menekuni pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat, pengorganisasian, dan pengembangan masyarakat yang fokus pada tumbuh kembang anak telah dilakukannya di beberapa wilayah Indonesia yaitu Aceh, Nias, Pacitan, Magelang, dan Yogyakarta. Dinamika perdesaan bukan hal yang asing baginya, karena kegiatan pendampingan, penelitian, dan pelatihan telah dilakukan untuk memperdalam keahlian di bidang pengurangan risiko bencana, konservasi, serta pengembangan kelompok usaha dan BUM Desa.

Henricus Hari Wantoro
Spesialis Pemberdayaan Masyarakat

Aktif di penyiaran radio dimulai pada 2003 dan sejak 2006 menjalin jaringan dengan asosiasi media komunitas dalam memberi warna advokasi atas keberadaan radio komunitas di Indonesia. Ia turut mendorong peran radio komunitas untuk pembangunan wilayah di beberapa wilayah di Indonesia dan Timor Leste, terutama peran radio komunitas sebagai media untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola desa.

Nurul Purnamasari
Spesialis Pengelolaan Pengetahuan

Berpengalaman sebagai pelayan publik dan berlatar belakang ilmu perpajakan, menjadi bekal menggeluti dinamika perdesaan. Ia terdorong membantu desa yang kini tata kelolanya dituntut untuk akuntabel dan transparan. Berfokus pada bidang keuangan desa, Ia telah memfasilitasi desa-desa di berbagai wilayah Indonesia dalam penyusunan perencanaan dan laporan pertanggungjawaban APB Desa.

Ahmad Sofyan
Spesialis Keuangan Desa

10 tahun berkutat sebagai juru warta di media cetak telah mengasah kepekaan sosialnya pada dinamika bermasyarakat. Ia terjun ke desa karena merasa ada ‘benteng’ yang cukup tinggi dalam pekerjaan wartawan untuk bisa terlibat langsung pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan sosial masyarakat. Keinginannya sederhana, menjadi salah satu anak bangsa yang bersedia belajar bersama langsung bersama masyarakat.

FX. Endro Tri Guntoro
Fasilitator Pemberdayaan Desa

Tiga tahun mengais rejeki di negara tetangga, Ia memilih kembali ke kampung halaman. Pengalaman berdesa tidak hanya didapat dari membaca atau mengikuti pelatihan, melainkan dari pengalaman lapangan. Sembari bergiat sebagai petani, Ia menggali wawasan tentang pemberdayaan masyarakat dari berbagai LSM yang bekerja di Gunungkidul, menjadi kader pemberdayaan masyarakat desa dan terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan desa.

Eka Sujatma
Fasilitator Pemberdayaan Desa

Menjadi anak petani di pedalaman Kalimantan, memupuk panggilan dirinya untuk membantu desa dan masyarakat desa lebih bermartabat. Tiga tahun Ia terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya isu-isu perempuan dalam pembangunan desa dan advokasi petani karet di Kayong Utara. Kini ia mendalami pemberdayaan masyarakat desa di Gunungkidul dan Purwodadi.

Syahdani Pratama
Fasilitator Pemberdayaan Desa

Sejak 2004 aktif di organisasi pecinta alam dan berkutat dengan kegiatan alam terbuka memberinya banyak pelajaran dan pengalaman kehidupan. Dinamika perdesaan sebagai hal baru yang menantang baginya. Berlatar belakang keuangan dan perpajakan, Ia tertarik menekuni bidang tata kelola keuangan desa dan sedang mengembangkan tools keuangan kelompok usaha desa.

Budi Setiyanto
Fasilitator Keuangan Desa

Berlatar belakang pendidikan formal Pemberdayaan Masyarakat Islam, ia ingin mempraktikkan teori yang didapatnya. Bermula dari keterlibatannya mendampingi perempuan korban pelanggaran HAM berat, perlahan Ia mulai gelisah dengan peran perempuan dan kaum muda dalam pembangunan desa. Baginya desa harus menjadi rumah yang nyaman untuk seluruh masyarakat.

Irena Nuraeni
Fasilitator Keuangan Desa