Tim Pendukung

Aktif di dunia pemberdayaan masyarakat sejak 2005 melalui penguatan kapasitas media komunitas, mendorong minatnya semakin kuat pada isu-isu pembangunan dan pemberdayaan. Secara spesifik, latar belakang jurnalistik turut menjaga minat pada dunia menulis dan riset, khususnya yang berfokus pada isu-isu pembangunan.

Nurul Purnamasari
Chairperson

Berlatar belakang pendidikan formal Pemberdayaan Masyarakat Islam, ia ingin mempraktikkan teori yang didapatnya. Bermula dari keterlibatannya mendampingi perempuan korban pelanggaran HAM berat, perlahan Ia mulai gelisah dengan peran perempuan dan kaum muda  dalam pembangunan desa. Baginya desa harus menjadi rumah yang nyaman untuk seluruh masyarakat.

Irena Nuraeni
Manajer Keuangan

Berpengalaman sebagai pelayan publik dan berlatar belakang ilmu perpajakan, menjadi bekal menggeluti dinamika perdesaan. Ia terdorong membantu desa  yang kini tata kelolanya dituntut untuk akuntabel dan transparan. Berfokus pada bidang keuangan desa, Ia telah memfasilitasi desa-desa di berbagai wilayah Indonesia dalam penyusunan perencanaan dan laporan pertanggungjawaban APB Desa.

Ahmad Sofyan
Spesialis Keuangan Desa

Tiga tahun mengais rejeki di negara tetangga, Ia memilih kembali ke kampung halaman. Pengalaman berdesa tidak hanya didapat dari membaca atau mengikuti pelatihan, melainkan dari pengalaman lapangan. Sembari bergiat sebagai petani, Ia menggali wawasan tentang pemberdayaan masyarakat dari berbagai LSM yang bekerja di Gunungkidul, menjadi kader pemberdayaan masyarakat desa dan terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan desa.

Eko Sujatmo
Spesialis Tata Kelola Desa

Menekuni pemberdayaan masyarakat sejak tahun 2005 mulai dari advokasi pedagang kaki lima, penguatan hak anak, pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana alam, serta pembangunan kewirausahaan sosial di wilayah resolusi konflik.

A’an Mujibur Rohman
Spesialis Kewirausahaan Desa

Membawa semangat milenial untuk berkecimpung di dunia riset dan pemberdayaan masyarakat. Memulai perjalanannya pada 2015 menjadi peneliti dan aktif dalam isu pembangunan regional telah membentuk pemahamannya tentang pola perspektif kolaboratif. Dedikasinya pada pembangunan desa timbul dari pengalaman yang diperoleh dalam perjalanan penelitian pengentasan daerah tertinggal melalui pengembangan bisnis berbasis komoditas potensial, sehingga membutuhkan intervensi sistem data yang terintegrasi.

Yudistira Soeherman
Spesialis Data dan Informasi Desa

Menggeluti pendampingan kelompok tani sejak tahun 2014, dengan konsentrasi pada komoditas pertanian, perikanan, dan perkebunan. Ketertarikannya pada pengembangan komoditas didorong untuk pembuktian teori-teori pembangunan di bangku kuliah dan berlanjut pada kepeduliannya dalam penguatan ekonomi masyarakat Indonesia yang agraris. Baginya pertanian adalah tonggak utama perekonomian masyarakat desa.

Noor Hasan Nawawi
Fasilitator Pemberdayaan Desa

Sejak dibangku kuliah, Ia sudah sering terlibat dalam kegaiatan sosial dan program pendampingan komunitas. Pada tahun 2013, Ia mulai fokus terjun ke dunia Pemberdayaan Masyarakat hingga saat ini. Baginya pemberdayaan ini merupakan pekerjaan yang memiliki rasa kesenangan tersendiri serta mendapat bonus mengenal orang dan jalan-jalan lebih banyak.

Rudy Fahrianor
Fasilitator Pemberdayaan Desa

10 tahun berkutat sebagai juru warta di media cetak telah mengasah kepekaan sosialnya pada dinamika bermasyarakat. Ia terjun ke desa karena merasa ada ‘benteng’ yang cukup tinggi dalam pekerjaan wartawan untuk bisa terlibat langsung pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan sosial masyarakat. Keinginannya sederhana, menjadi salah satu anak bangsa yang bersedia belajar bersama langsung bersama masyarakat.

FX. Endro Tri Guntoro
Fasilitator Pemberdayaan Desa