Skip to content

Program Lalu

Yogyakarta Leadership and Enterpreneurship for Youth 2020
Penguatan Kapasitas Pengelolaan Potensi Desa
Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera Periode II

Program Berjalan

Desa Cerdas
Responsible and Sustainable Palm Oil Plantation in Indonesia
Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Pelestarian Hutan Mangrove Kampung Tanjung Batu melalui Skema Kemitraan

Desa (Kampung) Tanjung Batu yang terletak di Kecamatan Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, merupakan salah satu kampung dengan kawasan mangrove seluas ± 1.841,44 hektar. Kawasan mangrove di sana berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari gempuran ombak dan gelombang, juga sebagai sumber perekonomian masyarakat dari hasil perikanan dan pariwasata alam bahari.

Ada potensi ancaman dari pemegang ijin sawit dan HPH akan memperluas usaha. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi kawasan hutan mangrove (APL Clean Clear) seluas ± 201,77 hektar. Untuk menjaga kawasan mangrove tatap terjaga keberadaannya dan diakui oleh pemegang izin (HPH dan HGU), maka Perkumpulan Jaringan Nelayan (JALA) dan Perkumpulan Desa Lestari mengadakan program Pelestarian Hutan Mangrove Kampung Tanjung Batu melalui Skema Kemitraan.

Tujuannya untuk melindungi keanekaragaman hayati hutan, spesies, dan ekosistem yang langka dan terancam punah, jasa ekosistem daerah aliran sungai, konektivitas antar zona ekologi hutan, dan koridor hutan yang memiliki manfaat terhadap keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, pada tingkatan global, nasional, dan lokal. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan.

Berbagai kegiatan yang menyasar pada Perangkat Desa Tanjung Batu, pengelola kawasan wisata mangrove, pengelola BUMDes, perusahaan sawit yang beroperasi di Desa Tanjung Batu dilakukan selama tiga tahun (Agustus 2018 – Juli 2021). Beberapa kegiatannya antara lain Pelatihan Penyusunan Rencana Usaha Pengembangan Wisata berbasis Mangrove dan Pelatihan Penyusunan Peraturan Kampung (Perkam).

Usai program, kualitas pengelolaan mangrove di Kampung Tanjung Batu untuk melindungi ±1.841,44 hektar mangrove melalui skema kemitraan antara masyarakat dan pelaku usaha pemegang izin konsesi meningkat. Lalu kelembagaan yang memiliki kapasitas memadai dan efektif dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove ikut menguat. Kedua hasil itu juga diikuti dengan meningkatkan Pendapatan Asli Kampung Tanjung Batu.