Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Aktif Kembali, Balai Benih Ikan Anambas dapat Banyak Dukungan

Balai Benih Ikan Anambas (sumber: dokumentasi lembaga)

Anambas (7/9) – Balai Benih Ikan (BBI) Anambas merupakan salah satu Balai Benih Ikan yang di inisiasi oleh kelompok nelayan budidaya kerapu yang terletak di Kecamatan Candi, Kabupaten Palmatak, Kepulauan Riau. BBI Anambas telah berjalan selama hampir 10 tahun dengan keanggotanya dari kelompok nelayan budidaya kerapu di Kepulauan Anambas. Sepanjang perjalanannnya, BBI Anambas sempat mengalami kekosongan aktivitas karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada usaha budidaya dan pembenihan ikan kerapu menjadi kurang maksimal.

Kondisi tersebut sangat disayangkan, terlebih Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki potensi perikanan yang sangat besar—salah satunya ikan kerapu. Maka Medco E&P Natuna Ltd menginisiasi pendampingan budidaya ikan kerapu di BBI Anambas. Pada program pendampingan kali ini, Medco bekerja sama dengan Perkumpulan Desa Lestari untuk fokus membangun sistem pemijahan ikan kerapu yang berkelanjutan di tahun pertama.

Program berjudul Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas ini dimulai sejak September 2021. Pada bulan pertama, Medco bersama Perkumpulan Desa Lestari melakukan asesmen pada BBI Anambas. Tujuannya untuk mengumpulkan berbagai informasi kembali meliputi kondisi pengelolaan organisasi BBI, kondisi infrastruktur BBI dan indukan kerapu. Selain itu asesmen juga bertujuan untuk mensinkronisasi rencana teknis operasional perbenihan dan budidaya ikan, rencana pelaksanaan kebijakan teknis perbenihan ikan, dan rencana teknis unit perbenihan.

Program pendampingan oleh Medco dan Perkumpulan Desa Lestari ini mendapat berbagai respon dari stakeholder lokal. Pihak Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam memberikan respon positif terhadap program ini. “Tanjung Pinang harusnya menjadi pasarnya dari BBI Anambas andai program BBI berjalan. Masalahnya setelah sekian lama pasif, maka konsekuensinya kita harus bergerak dari awal lagi,” kata Beny saat ditemui di kantor BPBL di Batam.

Kepala Desa Candi Suparman turut menerima dengan terbuka dan senang hati dengan berjalannya BBI kembali setelah selama ini nelayan kesulitan mencari bibit kerapu sehingga membeli dari luar.

“Pihak pemerintah desa berharap BBI kelas dengan usaha yang dibangun mampu memberikan kontribusi besar kepada nelayan di Desa Candi dan sekitar, seperti memberikan bantuan atau pinjaman bibit, memberikan pengetahuan bagaimana proses budidaya kerapu yang baik,” kata Suparman.

Aziyanto atau akrab disapa Bang Ian, sangat mengapresiasi berjalannya pendamingan BBI kembali. “Saya berharap BBI mampu melakukan pemijahan sendiri dan tidak tergantung dari supply luar yang selama ini dilakukan dari Batam. Kedepannya Desa Lestari bisa terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang dulu pernah terlibat dalam pembangunan BBI sehingga tidak ada yang putus informasi tentang BBI,” ujarnya.

Dukungan dari berbagai pihak terhadap BBI Anambas ini menjadi modal awal yang cukup baik bagi Medco dan Perkumpulan Desa Lestari menjalankan program peningkatan kapasitas pemijahan ikan kerapu yang berkelanjutan. Adanya program ini menjadi harapan bagi BBI Anambas agar bisa mengoptimalkan pengembangan budidaya ikan kerapu. (LA)