Skip to content

Kolaborasi Dengan Sektor Wisata

Djarum Foundation (Beritagar / Lokadata)
28 October 2021
ESR Division of PT Astra Internasional Tbk
28 October 2021
Djarum Foundation (Beritagar)
28 September 2021

Kolaborasi Dengan Pemerintah K/L

Badan Restorasi Gambut (BRG)
28 October 2021
Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Madura
28 October 2021

Kolaborasi Dengan OMS

Perkumpulan Jaringan Nelayan (JaLA)
28 October 2021
Perkumpulan Paluma Nusantara
28 October 2021
JUMP! Foundation
28 October 2021

Djarum Foundation (Beritagar)

PT Djarum merupakan induk dari Djarum Group, yaitu perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia. Selain bisnis rokok, Djarum Group memiliki unit bisnis lain seperti bank (BCA), elektronik (Polytron), perkebunan (HPI Argo), e-commerce (Blibli.com), agen perjalanan travel (Tiket.com), media komunikasi (Mola TV), makanan dan minuman (Yuzu, Permen Fox’s, dan Crunch), produk susu (MilkLife), kopi (Delizio Caffino dan Kopi Tubruk Gadjah), dan media (Lokadata, sebelumnya bernama Beritagar).

Djarum Foundation sebagai organisasi nirlaba bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam sebagai upaya memajukan Indonesia melalui Bakti Sosial Djarum Foundation. Salah satunya yaitu meningkatkan pembangunan desa di sekitar kantor pusat PT Djarum di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Peningkatan pembangunan desa yang dilakukan melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan perekonomian desa. Pendirian BUMDes dipilih karena sejalan dengan Peraturan Menteri Desa PDTT (Permendes) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Potensi sumber daya desa merupakan modal dalam mengembangkan BUMDes. Potensi-potensi itu perlu dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kelembagaan usaha yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait.

Beritagar (sekarang bernama Lokadata) dan Perkumpulan Desa Lestari berkolaborasi melakukan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas Pengelola BUMDes dan Pendamping Profesional Desa Kabupaten Kudus sebagai upaya pengembangan potensi beberapa desa. Tujuannya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di desa-desa penerima manfaat program dengan meningkatkan pemahaman tentang potensi pembangunan ekonomi desa; meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes terkait identifikasi potensi usaha, pemilihan jenis usaha, dan menyusun dokumen perencanaan unit usaha BUMDes; dan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dalam mengimplementasikan visi, misi, dan program BUMDes secara berkelanjutan berbasis studi kasus keberhasilan BUMDes lain.

Sebanyak 16 desa menjadi lokasi sasaran dengan masing-masing desa diikuti oleh lima orang. Desa sasaran meliputi antara lain Desa Rahtawu, Desa Garung Lor, Desa Glagah Kulon, Desa Megawon, Desa Terban, Desa Jati Kulon, Desa Lambangan, Desa Karangworo, Desa Wonosuco, Desa Kauman, Desa Ploso, Desa Sidomulyo, Desa Colo, Desa Nganguk, Desa Berugenjang, dan Desa Mijen, yang merupakan benefisieris program.

Ada dua kegiatan besar yang dilakukan dalam kolaborasi ini, yaitu asesmen pada desa mitra program untuk melakukan analisis kebutuhan peningkatan kapasitas dan pendekatan dalam pengembangan usaha BUMDes dan Pelatihan Pengembangan BUMDes bagi desa mitra program berdasarkan kebutuhan hasil dan asesmen.

Peningkatan kapasitas pengelola BUMDes dan Pendamping Profesional dilakukan melalui seminar dan pelatihan sebanyak tiga seri. Seri pertama berjudul Semiloka Mengungkit Inovasi dan Potensi Desa untuk Membangun Ekonomi Perdesaan memberikan pemahaman tentang potensi pembangunan ekonomi desa melalui BUMDes. Pelatihan seri kedua bertujuan agar pengelola BUMDes paham menyusun rencana usaha dengan tahap identifikasi potensi desa, mengenal rantai nilai bisnis, melakukan analisis dalam menentukan produk usaha dengan SWOT, penyusunan BMC (Business Model Canvas) serta menyusun perencanaan bisnis yang disertai dengan simulasi dan proyeksi modal BUMDes. Pada pelatihan seri terakhir, peserta dilatih mengelola BUMDes agar mampu merancang usaha BUMDes sebagai tindak lanjut praktis dari keikutsertaan para peserta pelatihan—dalam hal ini mengimplementasikan visi, misi, dan program BUMDes.

Kedua kegiatan besar itu menghasilkan beberapa capaian, antara lain Dokumen Hasil Asesmen kebutuhan peningkatan kapasitas dan pendekatan pengembangan usaha BUMDes, pemahaman pemerintah desa akan potensi pembangunan ekonomi desa melalui BUMDes bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes, dan kemampuan pengelola BUMDes melakukan identifikasi potensi desa dan pemilihan jenis usaha BUMDes berbasis identifikasi potensi. Selain itu, pengelola BUMDes mampu menyusun dokumen perencanaan unit usaha BUMDes, dan visi, misi, program, dan kegiatan BUMDes sebagai upaya keberlanjutan kelembagaan BUMDes.