Skip to content

Program Lalu

Penyusunan Baseline Amplifying Voice for Just Climate Action
Pemetaan Potensi Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR)
Pendampingan BUMDes Kabupaten Kudus

Program Berjalan

Desa Cerdas
Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Berdasarkan data BPS, produksi ikan kerapu Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 113.368 ton, yang terdiri dari 13.464 ton hasil budidaya dan 99.904 ton hasil tangkapan. Ekspor ikan kerapu di tahun yang sama mencapai US$ 19,8 juta dengan volume 2.552 ton dengan persentase sejumlah 90% dikirim ke Hongkong. Rata-rata berat badan ikan kerapu per ekor yang di ekspor antara 500-800 gram.

Pengembangan budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kepulauan Anambas menemukan beberapa permasalahan, antara lain: (1) Pengetahuan, keterampilan, dan sikap pembudidaya/nelayan yang masih rendah sehingga budidaya menjadi kurang maksimal, (2) kesadaran pengorganisasian nelayan/pembudidaya rendah dan manajemen pengelolaan kelompok lemah, dan (3) ketersediaan input produksi yang meliputi induk, benih, pakan, teknologi, dan sarana prasarana penunjang produksi yang masih terbatas.

Melihat potensi dan situasi tersebut, Medco E&P Natuna Ltd bersama Perkumpulan Desa Lestari menginisiasi sebuah program, yaitu Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas.

Pada tahun pertama, program ini bertujuan untuk menyiapkan dan mengoptimalisasi proses pemijahan yang sudah ada; menyiapkan, mencatat, dan mengoptimalkan asset milik balai pemijahan; dan menyiapkan calon organisasi pengelola balai yang professional serta mampu berorientasi pada bisnis model pemijahan yang berkelanjutan.