Skip to content

Kolaborasi Dengan Sektor Wisata

Djarum Foundation (Beritagar / Lokadata)
28 October 2021
ESR Division of PT Astra Internasional Tbk
28 October 2021
Djarum Foundation (Beritagar)
28 September 2021

Kolaborasi Dengan Pemerintah K/L

Badan Restorasi Gambut (BRG)
28 October 2021
Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Madura
28 October 2021

Kolaborasi Dengan OMS

Perkumpulan Jaringan Nelayan (JaLA)
28 October 2021
Perkumpulan Paluma Nusantara
28 October 2021
JUMP! Foundation
28 October 2021

WWF Program Hulu Mahakam

World Wide Fund for nature (WWF) mulai berkiprah di Indonesia sejak tahun 1962 sebagai bagian dari WWF Internasional. Awalnya WWF Indonesia melakukan penelitian populasi Badak Jawa yang nyaris punah di Ujung Kulon. Pada 1006, WWF resmi menyandang status yayasan dan menjadi entitas legal yang berbadan hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Profesor Emil Salim, Pia Alisjahbana, dan Harun Al Rasjid (alm) menjadi pendorong berdirinya Yayasan WWF Indonesia. Mereka menempatkan Yayasan WWF Indonesia sebagai organisasi nasional dalam jaringan global WWF yang memiliki Dewan Penyantun sendiri, independen, dan fleksibel dalam penggalangan dana dan pengembangan program.

Yayasan WWF Indonesia bekerja di landsekap Hulu Mahakam sejak tahun 2007 dalam payung program Heart of Borneo (HoB) dan pembangunan ekonomi hijau. Kegiatan WWF yang mencakup dua kabupaten itu dikenal sebagai Program Lansekap Hulu Mahakam.

WWF Hulu Mahakam Landscape melakukan beberapa kegiatan, diantaranya mempromosikan praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan kampung berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas dan penyadaran. Promosi demi promosi dilakukan karena kualitas sumberdaya manusia pada stakeholder yang terkait dengan pembangunan desa minim. Pemerintah Mahakam Ulu juga kekurangan jumlah sumberdaya manusia yang jauh dari jumlah ideal serta kondisi sarana prasarana infrastruktur yang masih sangat terbatas.

Melihat kondisi tersebut, WWF Hulu Mahakam Landscape bersama Dinas PMK, Tim Pendamping Desa P3MD, dan Perkumpulan Desa Lestari menyusun buku panduan rencana pembangunan kampung. Selama enam bulan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala Desa se-Kabupaten Mahakam Ulu, Tenaga Ahli, dan Pendamping Desa membedah draft PTO yang telah disusun, melakukan review dan evaluasi hasil ujicoba pelaksanaan PTO yang telah dilakukan di beberapa kampung, membahas kemungkinan materi lainnya yang dianggap dan perlu ada dalam Buku Panduan, dan menggali serta menyepakati komitmen lanjutan dari para pihak yang berkepentingan terkait tahapan berikutnya. Pada akhir program, Kabupaten Mahakam Ulu memiliki Buku Panduan Pembangunan Kampung.