Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan BUMDes melalui Pelatihan Dasar

Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Achmad Budiharto (sumber: dokumentasi lembaga)

Kudus (13/11) – Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari mengadakan Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes secara tatap muka setelah melakukan pelatihan secara daring pada April hingga Mei lalu. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu hingga Minggu, yaitu 13-14, 20-21, dan 27-28 November 2021. Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes ini didukung oleh Djarum Foundation.

Pelatihan ini diikuti sekitar 84 peserta dari 14 desa di Kabupaten Kudus, diantaranya Desa Colo, Desa Wonosuco, Desa Margorejo, dan Desa Gondoarum. Kegiatan yang diselenggarakan di Wisma Karyawan Djarum berlokasi di Kecamatan Jati, Kudus bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang BUMDes serta keterampilan teknis dalam mengelola BUMDes.

“Kami melatih para pengelola BUMDes agar mereka semakin memiliki skill dan kapasitas dalam menjalankan dan mengembangkan unit usahanya,” kata Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Achmad Budiharto saat pembukaan pelatihan.

Menurut Bupati Kudus Hartopo, BUMDes memiliki potensi strategis dalam mengelola dan mengembangkan potensi desa. Sehingga diperlukan sumber daya manusia yang professional untuk melakukan kegiatan manajerial BUMDes.

“Sudah barang tentu pendirian dan pengelolaan BUMDes optimal jika dikelola manajemen yang professional. Tinggal bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia manajerial dan juga rencana-rencana yang akan diterapkan dalam BUMDes,” ujar Hartopo.

Selama enam hari, para peserta mengikuti pelatihan dengan berbagai metode seperti paparan materi seputar potensi desa, jenis usaha, model bisnis rencana keuangan dan analisis kelayakan usaha. Selain tanya jawab dengan narasumber, review materi, praktik, hingga konsultasi dan pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Metode-metode ini lebih beragam dan dinilai lebih efektif daripada pelatihan berbasis online sebelumnya karena tidak terbatas ruang sehingga bisa melakukan komunikasi interpersonal dengan lebih baik.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes ini, salah satunya melalui teken regulasi. “Kementerian Desa terus bekerja untuk menjadikan BUMDes sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa dan konsolidator ekonomi warga,” ucapnya melalui video rekaman.

Budi berharap berkembangnya BUMDes bisa memajukan ekonomi desa dan memberikan kesejahteraan bagi masyaratkatnya. Senada dengan Budi, Hartopo menaruh harapan pada BUMDes agar bisa merevitalisasi ekonomi pasca Covid-19 di Kabupaten Kudus. (LA)