Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Perkumpulan Desa Lestari Beri Pembekalan KKN Mahasiswa PWBI

sumber: dokumentasi lembaga

Deli Serdang (14/2) – Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (PWBI) mengadakan pembekalan KKN Tematik mengenai bagi mahasiswa. Kegiatan pembekalan diadakan pada Senin (14/2) secara daring melalui Zoom Meetings. Sebanyak enam mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, Manajemen Pemasaran Internasional, dan Agribisnis Hortikultura mengikuti pembekalan untuk mengikuti KKN Periode Semester Ganjil 2021/2022 pada Februari hingga Maret 2022.

Wakil Direktur I Bidang Akademik PWBI Aldon M.H.P. Sinaga mengatakan bahwa mengabdi pada bangsa bisa dimulai dari desa. Maka para mahasiswa yang hendak KKN perlu memiliki wawasan terkait desa, diantaranya regulasi, kewenangan desa, pembangunan desa, hingga sistem data desa.

Nurul Purnamasari dan Yudistira Soeherman dari Perkumpulan Desa Lestari menjadi narasumber pada pembekalan KKN ini. Baik Nurul maupun Yudistira menekankan kepada mahasiswa pentingnya berbaur dengan masyarakat desa setempat.

“Ketika masuk ke desa, tanggalkan identitas perguruan tinggi. Kalau mayoritas mata pencaharian masyarakat desa tersebut bertani dan berkebun, ikut turun ke sawah dan kebun. Kemudian mendengar cerita-cerita di warung kopi dan kedai makan juga bisa dilakukan. Dari situ bisa tahu informasi-informasi tentang desa,” terang Nurul.

Berbagai informasi desa yang terkumpul bisa digunakan sebagai bekal memetakan potensi desa. Menurut Nurul, pemetaan potensi desa perlu dilakukan, terutama oleh mahasiswa yang hendak melakukan KKN di desa agar apa yang akan dilakukan di desa lebih jelas.

“Dengan memetakan potensi desa, bisa mengenal kebutuhan dasar masyarakat, usaha atau produksi masyarakat. Jadi nanti bisa menentukan tujuan atau program yang akan dilakukan. Misalnya, membuat akun Instagram bagi usaha yang telah berjalan.” Katanya.

Harapannya mahasiswa di lapangan bisa mengkonsep dahulu karakter desa, potensi desa, hingga permasalahan yang ada sehingga bisa merumuskan dan membangun sistem tertentu. Selain itu data tersebut juga bisa digunakan sebagai dasar menciptakan inovasi, mendorong tata kelola pemerintahan atau pelayanan, atau mendorong penggunaan data atau perencanaan pembangunan berbasis data.

Menurut Yudistira, data bisa dibangun menggunakan teknologi yang sederhana, misal WhatsApp atau spreadsheet Excel. “Sistem informasi atau data lebih ke bagaimana relasi pemerintah desa dengan masyarakat desa, atau masyarakat di desa dengan pihak luar.” Kata Yudistira.

Beberapa mahasiswa terlihat aktif memberikan pertanyaan seputar pemetaan data hingga pendekatan yang bisa dilakukan dalam mengumpulkan data.

Pada pembelakan KKN ini, menurut Aldon, para narasumber memberikan pemaparan materi yang cukup banyak. “Di luar ekspektasi saya, (materi) sudah menjelaskan banyak hal tentang desa.” katanya.

Pembekalan KKN Tematik PWBI diharapkan bisa menyiapkan mahasiswa yang hendak terjun ke desa untuk langsung praktik sesuai dengan arahan. (LA)