Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

HIVOS Adakan Lokakarya Kolaboratif bagi Koalisi VCA

Perwakilan Koalisi VCA Indonesia (sumber: dokumentasi pribadi peserta)

Kupang (31/3) – Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (HIVOS) menyelenggarakan Lokakarya Kolaboratif: Konsolidasi Narasi dan Strategi Aliansi Program “Suara Aksi Perubahan Iklim Berkeadilan Indonesia atau Voices for Just Climate Action (VCA)” pada Senin sampai Kamis (28-31/3). Kegiatan berlangsung di Hotel NEO Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Lokakarya ini mengundang empat koalisi; Koalisi SIPIL, Koalisi KOPI, Koalisi Pangan Baik, dan Koalisi ADAPTASI yang berisi 18 organisasi mitra kerja, termasuk Perkumpulan Desa Lestari yang menjadi anggota dari Koalisi ADAPTASI. Program VCA berfokus meningkatkan kapasitas dan pembelajaran bersama, penyadartahuan dan kampanye, serta membangun rekomendasi dan mendorong dialog kebijakan dalam membangun diskursus aksi iklim solutif di tingkat lokal dan nasional, termasuk mendukung terbangunnya ketahanan iklim di masyarakat.

Selain itu kegiatan ini memiliki tujuan, salah satunya membangun kedekatan dan kerekatan antar koalisi dalam aliansi. “Biasanya koalisi itu tidak beraturan. Maka, selama tiga hari ini, kita dapat mengatur arah semua koalisi agar saling paham dan saling mengenal satu sama lain, sehingga terjadi sinkronisasi dan keselarasan, bahkan antar koalisi,” kata Ruby Emir, fasilitator pada kegiatan ini.

Berbagai aktivitas dilakukan selama empat hari lokakarya, diantaranya berbagi narasi perubahan, membangun strategi masing-masing koalisi, mengidentifikasi potensi kampanye bersama, dan merancang serta menyepakati narasi dan platform kampanye bersama.

Lokakarya yang diadakan secara hybrid berjalan lancar. Peserta terlihat aktif berdiskusi untuk menghasilkan beberapa dokumen seperti dokumen pemetaan sumber daya dan kekuatan, dokumen strategi advokasi dan komunikasi, dan dokumen mekanisme kerja bersama.

Dina Soro dari Yayasan PIKUL Koalisi SIPIL cukup antusias dengan lokakarya kali ini. “Sebelumnya, pertemuan awal hanya dihadiri perwakilan satu sampai dua orang per koalisi. Sekarang yang datang lebih banyak, (sehingga) bisa lebih banyak berbagi cerita dan pengalaman terkait kerja-kerja kita yang bisa dikolaborasikan bersama.”

Masing-masing koalisi memetakan rencana capaian implementasi program selama 4 tahun. Berdasarkan pemetaan tersebut ditemukan bahwa setiap koalisi memiliki capaian yang saling beririsan dan memungkinkan untuk saling mendukung. Koalisi ADAPTASI memiliki concern pada tahun pertama mampu melakukan penguatan pengetahuan dan kesadaran kritis komunitas terhadap fenomena dan dampak perubahan iklim. Hingga 2025 Koalisi ADAPTASI mengupayakan advokasi kebijakan daerah dan kebijakan desa di Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Rote Ndao. (LA)