Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Desa Lestari Pamerkan SAID di Kerja Sama Fair 2022

Yudistira Soeherman dari Perkumpulan Desa Lestari, Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, Ullya Farah dan Eko dari Penabulu Foundation (sumber: dokumentasi lembaga)

Jakarta (19/5) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan Diseminasi Praktik Cerdas Hasil Kerja Sama Mitra di Dalam dan Luar Negeri pada Kamis (19/5). Kegiatan yang penyelenggaraannya secara hybrid ini ini merupakan bagian dari Kerja Sama Fair 2022 bertempat di Grand Sahid Jaya Jakarta. Tujuannya untuk memperoleh informasi dari para pihak, baik dalam maupun luar negeri tentang mekanisme kemitraan dan hasil kerjasama yang telah terbangun selama ini.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar membuka acara ini dengan memberi pengarahan tentang pentingnya kerja sama daerah dengan organisasi-organisasi luar negeri dan kerja sama daerah dengan BUMN dalam negeri, serta kerja sama daerah dengan berbagai daerah lain di Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan pleno dan diskusi sebagai wadah bertukar informasi terkait hasil-hasil pencapaian kerjasama yang telah dilakukan oleh lembaga partisipan.

Sebelumnya Suhajar bersama jajarannya mengunjungi tiap booth kerja sama yang dipamerkan. Tiap booth mempresentasikan secara singkat hasil capaian dari kerja sama yang telah dilakukan. ICCO Cooperation dan Penabulu Foundation sebagai partisipan expo menjelaskan keberhasilan kerjasama mereka, khususnya pada program RESBOUND.

ICCO Cooperation selaku organisasi nonprofit luar negeri melakukan kerja sama dengan mitra dalam negeri, yaitu Penabulu Foundation, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Perkumpulan Desa Lestari. Praktik baik yang di sampaikan oleh ICCO Cooperation beserta mitra dalam negerinya yaitu produk-produk pengetahuan dalam bentuk buku, modul dan platform digital yang telah tercipta sebagai hasil kerjasama mereka. Produk pengetahuan yang dipamerkan, antara lain modul-modul praktik baik, Sistem ketertelusuran produk (DAKOTA), Sistem Administrasi dan Informasi Desa, Sistem pengelolaan keuangan organisasi masyarakat sipil (QUILL), Sistem pengelolaan dana hibah (GRASS), dan produk lainnya.

“Kami bersama tiga desa model di Kabupaten Kapuas Hulu berhasil membangun sistem profil potensi desa yang tidak bergantung pada internet sebagai acuan data pembangunan desa. Kami juga berhasil menyediakan data potensi kelapa sawit mendiri untuk membantu desa mendorong akses pasar petani,” ungkap Yudistira Soeheman dari Perkumpulan Desa Lestari.

Kegiatan Diseminasi Praktik Cerdas Hasil Kerja Sama Mitra ini juga bertujuan menyebarluaskan dan memperkenalkan praktik cerdas yang terbangun dari hasil kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama fair memfasilitasi praktik baik yang dilakukan oleh berbagai kerjasama dari dalam dan luar negeri untuk memamerkan hasil praktik baiknya melalui booth expo.

Kepala Pusat Fasilitas Kerja Sama (Fasker) Kemendagri Heri Roni berharap acara ini mampu memberikan motivasi, wawasan, referensi, dan gambaran sebagai rujukan untuk menghadapi tantangan pembangunan di daerah. “Diseminasi diharapkan dapat sebagai wadah koordinasi, fasilitasi, dan upaya sinergitas potensi-potensi kerja sama untuk mendorong pertukaran pengetahuan berbagai pihak yang hadir serta menawarkan kesempatan bagi pemangku kepentingan terkait berminat untuk mengadopsi praktik cerdas yang terwujud.” Tutupnya. (YS)