Responsible and Sustainable Palm Oil Plantation in Indonesia

Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, produksi minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia mencapai 47 juta ton pada 2019—yang menjadikan Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. Angka tersebut merupakan kontribusi produksi dari perkebunan kelapa sawit industri dan petani kelapa sawit mandiri.

Sayangnya kualitas produk hasil perkebunan kelapa sawit mandiri cenderung tidak sebaik petani yang bermitra dengan perusahaan. Sehingga menyebabkan ketimpangan antarpetani kelapa sawit. Para petani mandiri membutuhkan wadah dan system yang mampu membantu perbaikan kualitas produk serta akses pasar sebagai upaya peningkatan kesejahteraan. Pemerintah desa menjadi salah satu pihak yang memiliki wewenang pengelolaan dilematika perkebunan kelapa sawit di desa.

Penabulu Foundation bersama Perkumpulan Desa Lestari pun menginisiasi sebuah program, yaitu Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan (RESBOUND) di tiga desa model dari dua kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu Kecamatan Semitau dan Kecamatan Suhaid. Tujuannya untuk memperkuat dialog kemitraan multi-pemangku kepentingan yang tersedia untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan pedesaan yang layak bagi petani kecil dan pekerja di perkebunan kelapa sawit besar.

Selama lima bulan, kedua kecamatan tersebut mengikui berbagai kegiatan seperti penyusunan tools asesmen rantai nilai komoditas kelapa sawit, pengambilan data, dan pengembangan sistem.

Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) menjadi salah satu alat bantu yang ditawarkan bagi perangkat desa. SAID juga dapat mendukung pengambilan keputusan perangkat desa sebagai masukan dalam perencanaan pembangunan desa.

Luaran yang diharapkan pada program ini adalah adanya Peta Rantai Pasok dan Rantai Nilai Komoditas Kelapa Sawit di desa model; kapasitas pemerintah desa dan kelompok petani kelapa sawit mandiri mengenai system data desa terintegrasi meningkat; dan adanya Purwarupa Sistem Data Informasi di desa model.

Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Berdasarkan data BPS, produksi ikan kerapu Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 113.368 ton, yang terdiri dari 13.464 ton hasil budidaya dan 99.904 ton hasil tangkapan. Ekspor ikan kerapu di tahun yang sama mencapai US$ 19,8 juta dengan volume 2.552 ton dengan persentase sejumlah 90% dikirim ke Hongkong. Rata-rata berat badan ikan kerapu per ekor yang di ekspor antara 500-800 gram.

Pengembangan budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kepulauan Anambas menemukan beberapa permasalahan, antara lain: (1) Pengetahuan, keterampilan, dan sikap pembudidaya/nelayan yang masih rendah sehingga budidaya menjadi kurang maksimal, (2) kesadaran pengorganisasian nelayan/pembudidaya rendah dan manajemen pengelolaan kelompok lemah, dan (3) ketersediaan input produksi yang meliputi induk, benih, pakan, teknologi, dan sarana prasarana penunjang produksi yang masih terbatas.

Melihat potensi dan situasi tersebut, Medco E&P Natuna Ltd bersama Perkumpulan Desa Lestari menginisiasi sebuah program, yaitu Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas.

Pada tahun pertama, program ini bertujuan untuk menyiapkan dan mengoptimalisasi proses pemijahan yang sudah ada; menyiapkan, mencatat, dan mengoptimalkan asset milik balai pemijahan; dan menyiapkan calon organisasi pengelola balai yang professional serta mampu berorientasi pada bisnis model pemijahan yang berkelanjutan.

Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes di Kabupaten Kudus

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan memperkuat perekonomian di desa. Harapannya keberadaan BUMDes bisa membuka lapangan kerja, memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan Pendapatan Asli Desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabuoaten Kudus mengidentifikasi bahwa sebagian besar pengelola BUMDes belum memiliki kompetensi mengelola bisnis serta engalami kesulitan menyusun analisa kelayakan usaha.

Melihat kondisi tersebut, CSR PT Djarum Tbk (Lokadata) bersama Dinas PMD Kabupaten Kudus, dan Perkumpulan Desa Lestari menyelenggarakan Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes di Kabupaten Kudus pada Maret – Mei 2021 secara virtual mengingat Indonesia masih dalam situasi pandemic Covid-19. Tujuan program ini untuk meningkatkan pemahaman perangkat desa dan pengelola BUMDes sebagai sasaran.

Peserta mendapat materi seputar pengelolaan BUMDes serta fasilitas untuk berkonsultasi terkait BUMDes yang ada di desa masing-masing. Hasilnya, peserta dapat menyusun draft rencana usaha BUMDes.