Yogyakarta Leadership and Enterpreneurship for Youth 2020

Menurut prediksi dari Badan Pusat Stastistik Nasional, tahun 2020 – 2024 merupakan “tahun emas” karena Indonesia akan mendapatkan jumlah tenaga kerja produktif yang sangat melimpah. Pada 2019, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 183,36 juta orang. Situasi ini membuat kaum muda Indonesia harus berusaha kerjas mencari lapangan kerja. Di sisi lain, pemerintah dituntut untuk menyediakan lapangan kerja yang berkualitas bagi angkatan kerja berusia muda ini.

 

Pada 2018, pemerintah Kabupaten Kulon Progo mencatat jumlah lulusan Sekolah Menengah Atas adalah 2,226, sekitar 31% (690 orang) lulusan SMA tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi/Universitas. Artinya, lulusan SMA di Kabupaten Kulon Progo tersebut memutuskan bekerja. Dengan keterbatasan pendidikan, kaum muda di Kabupaten Kulon Progo juga dihadapkan dengan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akan beroperasi pada bulan April 2019 dan pengembangan kawasan bandara metropolitan NYIA. Keberadaan NIYA merupakan tantangan sekaligus peluang baru yang belum disadari sepenuhnya olehi kaum muda di Kabupaten Kulon Progo.

JUMP! Foundation bersama Perkumpulan Desa Lestari mengadakan program Yogyakarta Leadership and Enterpreneurship for Youth 2020 yang bertujuan mendorong keterlibatan kaum muda dalam pembangunan desa. Berlokasi di Desa Pagerharjo dan Hargomulyo, Kulon Progo, program tersebut memiliki dua kegiatan berkelanjutan, yaitu Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Kaum Muda Desa dan Pendampingan 2 kelompok kaum muda dalam mengembangkan inisiasi kewirausahaan selama Februari 2020 – 31 Januari 2021.

 

Setelah program selesai, anggota karang taruna di dua desa sebagai sasaran program dapat membuka usaha pengolahan gula kelapa dan mengembangkan rest area di kawasan lintas provinsi DIY – Jawa Tengah jalur Kulon Progo sisi utara.

Penguatan Kapasitas Pengelolaan Potensi Desa

UU Desa telah memberi mandat bahwa Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Beritagar (Djarum Foundation) bersama Yayasan Penabulu melalui Unit Perkumpulan Desa Lestari berkolaborasi mengembangkan BUMDes di beberapa desa yang menjadi mitra program Djarum Foundation di Kabupaten Kudus. Tujuannya agar gagasan usaha berkembang secara formal sesuai mandate UU Desa.

Program yang berjalan selama 5 (lima) bulan (Maret – Juli 2019) ini menyasar Perangkat Desa, Pengelola BUMDes, dan Pendamping Profesional Desa di Kabupaten Kudus. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Kajian Kebutuhan Program, Semiloka Membangun Ekonomi Perdesaan, Pelatihan Pemetaan Potensi Desa dan Penyusunan Rencana Usaha BUMDes, dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan BUMDes.

Program Penguatan Kapasitas Pengelolaan Potensi Desa ini menghasilkan peta kebutuhan metode dan materi pelatihan penguatan kapasitas BUMDes yang diikuti peningkatan pemahaman Perangkat Desa dan Pengelola BUMDes pada tata kelola organisasi BUMDes dan keterampilan penyusunan rencana usaha dan pelaporan keuangan BUMDes

Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera Periode II

Kecamatan Long Pahangai di Mahakam Ulu memiliki potensi kopi namun kemampuan SDM dalam melakukan penanaman, pengolahan, dan produksi masih kurang dan kondisi geografis.

Tidak hanya di Long Pahangai, Kecamatan Pupuan di Tabanan dan Selemadeg Barat juga memiliki potensi komoditas yang sama tetapi jangkauan pasar yang belum luas menjadi masalah utama.

Melihat potensi yang ada di Long Pahangai, Mahakam Ulu dan Pupuan & Selemadeg Barat di Tabanan, ESR Division of PT Astra International Tbk meneruskan program Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera di dua kabupaten tersebut. Tujuannya untuk mengembangkan komoditas unggulan berbasis kawasan; memberdayakan petani kopi di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu dan petani kopi di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat (Kabupaten Tabanan) untuk meningkatkan kualitas budidaya komoditas dan memperluas akses pasar.

Bersama Perkumpulan Desa Lestari, ESR Division of PT Astra International Tbk menyelenggarakan berbagai macam kegiatan selama satu tahun (22 Agustus 2019 – 21 Agustus 2020) untuk mengembangkan budidaya, pascapanen kopi hingga produksi produk turunannya. Selain itu, petani kopi sebagai sasaran program juga diajari bagaimana mengelola manajemen bisnis dan keuangannya.


Setelah program berakhir, jumlah konsumen komoditas kopi meningkat yang diikuti adanya kreasi produk turunan dari komoditas unggulan desa. Selain itu BUMDes Bersama di Kecamatan Pupuan terbentuk.

Pengembangan Dokumen Pembelajaran Program “Membangun Ketangguhan Indonesia”

Perkumpulan Paluma Nusantara merupakan implementor program “Membangun Ketangguhan di Indonesia”. Program tersebut berfokus memadukan inklusi dan manajemen risiko pada masyarakat perdesaan di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Ciamis. Program Membangun Ketangguhan di Indonesia merupakan salah satu fokus kepedulian Perkumpulan Paluma Nusantara kepada kelompok difabel yang selama ini kurang mendapat perhatian dan ruang dalam pembangunan desa.

Untuk menjalankan program itu, Perkumpulan Paluma Nusantara bekerja sama dengan Perkumpulan Desa Lestari. Selama 16 bulan (Mei 2018 – Agustus 2019), kedua organisasi tersebut membuat dokumentasi pembelajaran berupa Buku Petikan Pembelajaran dan Film Dokumenter Program di Desa Rejosari dan Katongan di Kabupaten Gunungkidul serta Desa Sidamulih dan Bangunsari di Kabupaten Ciamis.

Dokumentasi buku dan film tersebut dibuat sebagai strategi untuk melihat proses, capaian hasil, dan strategi keberlanjutan di empat desa sasaran. Selain menyusun Buku Petikan Pembelajaran dan pembuatan Video Dokumenter, perangkat desa sebagai salah satu peserta sasaran mengikuti workshop Membangun Ketangguhan Indonesia: Memadukan Inklusi dan Manajemen Risiko dalam Pembangunan Perdesaan pada Agustus 2019 yang melibatkan pemangku kepentingan di tingkat desa, kabupaten, dan nasional.

Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera Periode I

Kecamatan Long Pahangai di Mahakam Ulu memiliki potensi kakao namun kemampuan SDM dalam melakukan penanaman, pengolahan, dan produksi masih kurang dan kondisi geografis.
Tidak hanya di Long Pahangai, Kecamatan Pupuan di Tabanan memiliki potensi bambu tabah. Namun jangkauan pasar yang belum luas menjadi masalah utama.

Melihat potensi yang ada di Long Pahangai, Mahakam Ulu dan Pupuan di Tabanan, ESR Division of PT Astra International Tbk melalui program Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera mendorong pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan; memberdayakan petani kakao di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu) dan petani bambu tabah di Kecamatan Pupuan (Kabupaten Tabanan) untuk meningkatkan kualitas budidaya komoditas dan memperluas akses pasar.

Bersama Perkumpulan Desa Lestari, ESR Division of PT Astra International Tbk menyelenggarakan berbagai macam kegiatan selama satu tahun (1 April 2018 – 30 Maret 2019) untuk mengembangkan budidaya, pascapanen kakao dan bamboo tabah hingga produksi produk turunan kakao dan bambu tabah. Selain itu, petani kakao dan petani bamboo tabah sebagai sasaran program juga diajari bagaimana mengelola manajemen bisnis dan keuangannya.

Setelah program berakhir, kelembagaan kelompok pengelola usaha berbasis komoditas unggulan kakao di Long Pahangai dan bambu tabah di Kecamatan Pupuan menguat. Produk unggulan desa dan inovasi tepat guna pun juga turut berkembang.

Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Kaum Muda Desa

Sebagian besar anak muda di desa memutuskan untuk bekerja di kota atau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tetangga seperti Malaysia, Jepang, Hongkong, dan Korea Selatan. Hal tersebut bisa terjadi karena ketersediaan lapangan kerja yang terbatas, lahan kering, kepemilikan lahan yang berkurang, dan modal yang tidak mencukupi untuk berwirausaha.

Di sisi lain, pemerintah belum mempunyai rencana dan tindakan sistemastis bagi kaum muda untuk mendapatkan akses lapangan kerja di bidang pertanian dan sektor usaha lainnya. Adanya akses tersebut mampu berkontribusi pada ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Gunungkidul.

Melihat kondisi tersebut, JUMP! Foundation bersama Perkumpulan Desa Lestari mengadakan program Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Kaum Muda Desa. Program ini menyasar pemuda Karang Taruna di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.

Selama 1 tahun (1 Desember 2017 – 30 November 2018, para pemuda karang taruna mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan bagi Kaum Muda Desa pada Januari 2018. Setelahnya mereka mendapat pendampingan 2 (dua) kelompok kaum muda dalam mengembangkan inisiasi kewirausahaan.

Akhir program ini menghasilkan lapangan usaha baru, yaitu usaha pembuatan tusuk sate dengan memanfaatkan potensi tanaman bambu dan pengembangan model hidroponik sebagai bentuk pertanian modern.

Penyusunan Buku Panduan Rencana Pembangunan Kampung

Berdasarkan UU Desa, desa memiliki 4 (empat) kewenangan; (1) di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa; (2) di bidang pelaksanaan pembangunan desa; (3) di bidang pembinaan kemasyarakat desa; dan (4) di bidang pemberdayaan masyarakat desa. Kewenengan-kewenangan itu dibentuk atas prakarsa masyarakat, hak asal usul dan atau berdasarkan adat istiadat desa setempat.

Kewenangan itu diimbangi oleh hak keuangan yang akan diterima desa dalam wujud Dana Desa (DD).
Kewenangan desa dan hak anggaran yang diamanatkan UU Desa harus menghadapi tantangan utama yaitu kapasitas pemeirntah dan masyarakat kampung dalam memahami dan menerapkan amanat UU Desa masih lemah. Sehingga proses pembangunan desa belum berjalan partisipatif, transparan, akuntabel, dan demokratis.

Tantangan ini dialami oleh desa-desa di Kabupaten Mahakam Ulu. Selain kualitas sumberdaya manusia pada stakeholder yang terkait dengan pembangunan desa yang minim, Pemerintah Mahakam Ulu juga kekurangan jumlah sumber daya manusia yang jauh dari jumlah ideal serta kondisi sarana prasarana infrastruktur yang masih sangat terbatas.

WWF Hulu Mahakam bersama Dinas PMK dan Tim Pendamping Desa P3MD berusaha melakukan upaya mengisi kekosongan itu. Harapannya supaya kerja-kerja penguatan kampung tetap optimal dan bisa menghasilkan capaian seperti yang diamanatkan UU Desa, salah satunya dengan menyusun Buku Panduan Pendampingan Kampung.

Program ini menyasar pada pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala Desa se-Kabupaten Mahakam Ulu, Tenaga Ahli, dan Pendamping Desa. Selama 6 (enam) bulan selama Oktober 2016 – Maret 2017, mereka berhasil menyusun Buku Panduan Pembangunan Kampung di Kabupaten Mahakam Ulu.

Penguatan Kapasitas Co-Fasilitator Anak

Sesuai amanat UU Desa, mewujudkan Desa Membangun ditandai dengan pelibatan partisipasi kelompok-kelompok masyarakat yang semakin terbuka—salah satunya adalah kelompok anak.
Anak merupakan salah satu bagian penting dalam masyarakat yang suara, aspirasi, dan haknya perlu untuk didengar serta dipenuhi sebagaimana tercantum pada Konvensi Hak Anak (KHA) yang telah diratifikasi Indonesia melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990 tentang Hak-hak Anak dan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pengakuan dan pelibatan partisipasi anak, remaja, dan kaum muda pada rangkaian proses pembangunan di tingkat desa masih minim. Hal ini mendorong Wahana Visi Indonesia (WVI) ADP Sigi untuk mewujudkan pelibatan anak dalam proses Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di 9 (sembilan) desa wilayah kerjanya.

Program bertema Penguatan Kapasitas Co-Fsilitator Anak dalam Musrenbangdes dan Kelas Partisipasi Pelibatan anak dalam Musrenbangdes menyasar perwakilan penggerak masyarakat mitra WVI ADP Sigi, Sulawesi Tengah. Selama September 2016-November 2017, para peserta mengikuti berbagai pelatihan.
Program pelatihan ini berhasil menyusun modul Training of Facilitator (ToF) Pendamping Anak dalam Proses Musrenbangdes dan modul pelibatan anak dalam Musrenbangdes.

Pengembangan Mode Desa Lestari dalam Konsep Saemaul Undong

Perkumpulan Desa Lestari membentuk strategi komprehensif bagi pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan, seimbang, dan lestari. Tujuan strategi tersebut menekankan pembangunan desa yang harus dilakukan secara partisipatif, berbasis kekuatan dan kemandirian masyarakat desa setempat, dan berusaha memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan desa.

Saemaul Globalization Foundation (SGF) merupakan lembaga yang mendorong dan mendukung replikasi dari gerakan Saemaul Undong ke negara-negara berkembang di Afrika dan Asia. Saemaul Undong merupakan suatu gerakan perubahan dan reformasi pedesaan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Kesamaan nilai, tujuan, serta latar belakang yang dimiliki Perkumpulan Desa Lestari dan Saemaul Globalization Foundation menjadi dasar kerja sama yang dilakukan untuk pelaksanaan program Pengembangan Desa Lestari dalam Konsep Saemaul Undong. Tujuannya untuk mendorong pemberdayaan desa, membantu menciptakan masa depan desa, dan mewujudkan kemakmuran dalam implementasi dan pelaksanaan UU Desa.

Program tersebut dilaksanakan di tiga desa, yaitu Desa Sumbermulyo di Kabupaten Bantul dan Desa Bleberan serta Desa Ponjong di Kabupaten Gunungkidul selama 2,5 tahun (1 Oktober 2015 – 30 Maret 2018).

Berbagai pelatihan telah dilakukan selama program Pengembangan Model Desa Lestari dalam Konsep Saemaul Undong berjalan, diantaranya Pelatihan Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Pembuatan Sarana Edukasi bagi Pendidik PAUD Desa Sumbermulya, dan Pelatihan Pengembangan BUMDes Tanjungwangi.

Adanya berbagai pelatihan dari program tersebut membawa dampak baik bagi Pemerintah Desa dan Pegiat Kelompok Masyarakat Desa sebagai penerima manfaat. Tata kelola dan kelembagaan pemerintahan desa menjadi lebih kuat. Kemudian, kondisi lingkungan dan infrastruktur meningkat. Selain itu, perekonomian masyarakat desa semakin kuat seiring dengan berkembangnya BUMDes di desa sasaran. Terakhir, kapasitas dan partisipasi kelompok masyarakat dalam pembangunan desa ikut meningkat.

Bimbingan Teknis Pengelolaan Sistem Keuangan Desa

Dokumen RPJMDes, RKPDes, dan RAPBDes adalah acuan penilaian kinerja Pemerintah Desa serta menjadi bagian penilaian akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas Pemerintah Desa merupakan kegiatan penting untuk mendukung penyusunan RPJMDes, RKPDes, dan RAPBDes yang partisipatif yang berdasarkan karakter desa dan kebutuhan masyarakat desa.

Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep bersama Perkumpulan Desa Lestari menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sistem Keuangan Desa. Tujuannya supaya kapasitas kepala desa dan perangkat desa di kabupaten Sumenep di bidang perencanaan pembangunan desa partisipatif, dan pengelolaan keuangan desa meningkat.

Program ini berjalan selama satu bulan, yaitu November hingga Desember 2015. Adanya program pelatihan ini, pemahaman Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam proses merumuskan gagasan dari masyarakat, terutama dalam mekanisme penyusunan sebuah perencanaan berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas masyarakat yang menjadi bagian programasi RPJMDes, RKPDes dan RAPBDes meningkat.

Selain itu, Kepala Desa dan Perangkat Desa memahami dan mampu mengantisipasi potensi korupsi penggunaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa melalui tahapan proses penyusunan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Mereka juga mengetahui system keuangan desa dan model laporan pertanggungjawaban yang benar.