Pelatihan Manajemen Keuangan: Upaya Meningkatkan Kapasitas Organisasi BBI

Anambas (24/01) – Balai Benih Ikan (BBI) Anambas merupakan komunitas nelayan yang terbentuk dari program tanggungjawab sosial Medco E&P Natuna Ltd sejak tahun 2011. Sebagai komunitas nelayan, BBI Anambas tak lepas dari dinamika organisasi yang aktivitasnya pasang surut. Setelah sempat vakum hampir dua tahun, sejak Agustus 2021 kembali menggeliat melalui asistensi teknis Perkumpulan Desa Lestari.

Budidaya dan pembenihan kerapu menjadi kegiatan utama BBI, yang kemudian berkembang menjadi training center bagi pelajar SMK di Kecamatan Palmatak dalam rangka praktik kerja (magang). Kepengurusan BBI Anambas yang aktif kembalu dan kegiatan komunitas yang semakin banyak, maka pengurus BBI menyadari bahwa arus keuangan perlu menjadi perhatian dalam mengelola organisasi. Karena kegiatan pemijahan dan pendederan kerapu ke depannya akan dikelola secara mandiri oleh BBI Anambas.

Pada tanggal 22-24 Januari 2022 BBI Anambas dan Perkumpulan Desa Lestari mengadakan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pengelolaan Aset BBI yang diadakan di Sekretariat BBI Anambas, Desa Candi, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas. Pelatihan selama tiga hari difasilitasi oleh Fatiana Ratnawulan, Spesialis Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil, dan diikuti oleh sembilan peserta dari unsur Pengurus BBI Anambas.

Spesialis Keuangan Organisasi Masyarakat Sipil Fatiana Ratnawulan (sumber: dokumentasi lembaga)

“Jika dilihat dari transaksi BBI (Anambas), pencatatan masih bisa dilakukan secara sederhana. Namun harus dimulai sekarang, sebelum semakin banyak transaksi keuangan yang akan menyulitkan pelacakan, mengingat besarnya nilai aset yang sudah dimiliki oleh BBI (Anambas),” ujar Fatiana.

Eko Sulistyo, Humas Medco E&P Natuna Ltd, mengungkapkan bahwa peran Pemerintah Desa, pendamping teknis (Perkumpulan Desa Lestari), dan Pengurus BBI sangat penting dalam menjaga eksistensi organisasi kelompok nelayan di Anambas.

Pelatihan selama tiga hari didominasi dengan pelacakan aset, praktik pencatatan laporan keuangan, dan penyusunan prosedur pengelolaan keuangan BBI Anambas. Dari pelatihan ini, Pengurus BBI Anambas menjadi memiliki data aset dan keuangan yang lebih akuntabel, serta tata kelola organisasi yang lebih sistematis. Ke depan, Perkumpulan Desa Lestari sebagai pendamping teknis akan mengembangkan platform pengelolaan keuangan sederhana bagi BBI Anambas. (NP)

Balai Benih Ikan Anambas Raih UMKM Terbaik dalam Forum Kapasitas Nasional 2021

Jakarta (21-22/10) – Balai Benih Ikan (BBI) Anambas berhasil masuk ke dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Terbaik pada Forum Kapasitas Nasional 2021 yang diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMIGAS). Kegiatan yang merupakan rangkaian dari International Convention ini diadakan pada Kamis-Jumat (21-22/10) di Jakarta Convention Center.

BBI Anambas menjadi salah satu partisipan dari berbagai UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sebelas perusahan minyak dan gas (migas). BBI Anambas sendiri merupakan lembaga dampingan Medco E&P Natuna Ltd yang bekerja sama dengan Perkumpulan Desa Lestari, yang berfokus pada pengembangan budidaya ikan kerapu berkelanjutan.

Ketua pengurus BBI Anambas Azianto menyampaikan bahwa perkembangan BBI Anambas saat ini terbilang cukup baik. “BBI Anambas telah mampu mendistribusikan benih ikan kerapu di nelayan budidaya di wilayah Anambas,” katanya.

Lebih lanjut, Azianto menambahkan BBI Anambas melakukan inovasi dengan melakukan pembenihan mandiri ikan kerapu secara berkelanjutan.

Sebelumnya, sebaran benih ikan kerapu BBI Anambas telah menjangkau 178 nelayan di wilayah Kepulauan Anambas. Ada berbagai jenis ikan kerapu yang dibudidaya, antara lain kerapu macan, kerapu cantang, kerapu cantik, kerapu bebek, kerapu batik, dan kerapu kertang.

Selain itu penjualan ikan kerapu di Kepulauan Anambas telah mencapai pasar luar negeri karena lokasinya yang strategis. Hongkong menjadi salah satu negara yang mengambil suplai ikan kerapu dari wilayah Anambas.

Kepala SKKMIGAS Dwi Soetjipto berharap BBI Anambas bisa melakukan kegiatan operasional secara mandiri dan berkelanjutan sehingga meraih kesuksesan.

Perolehan penghargaan sebagai salah satu UMKM terbaik di Forum Kapasitas Nasional 2021 merupakan awal yang baik bagi BBI Anambas untuk melakukan pengembangan dan inovasi. Manajer Program Penguatan Kapasitas BBI Anambas dari Perkumpulan Desa Lestari Aan Mujibur Rohman yakin bahwa nantinya BBI Anambas mampu tumbuh berkembang dan maju melalui usaha budidaya kerapu.

“Harapannya BBI Anambas bisa mengangkat kesejahteraan lapisan bawah masyarakat, terutama yang hidup bergantung pada sumber daya perairan atau laut Kepulauan Anambas,” ujar Aan. (LA)

Aktif Kembali, Balai Benih Ikan Anambas dapat Banyak Dukungan

Anambas (7/9) – Balai Benih Ikan (BBI) Anambas merupakan salah satu Balai Benih Ikan yang di inisiasi oleh kelompok nelayan budidaya kerapu yang terletak di Kecamatan Candi, Kabupaten Palmatak, Kepulauan Riau. BBI Anambas telah berjalan selama hampir 10 tahun dengan keanggotanya dari kelompok nelayan budidaya kerapu di Kepulauan Anambas. Sepanjang perjalanannnya, BBI Anambas sempat mengalami kekosongan aktivitas karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada usaha budidaya dan pembenihan ikan kerapu menjadi kurang maksimal.

Kondisi tersebut sangat disayangkan, terlebih Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki potensi perikanan yang sangat besar—salah satunya ikan kerapu. Maka Medco E&P Natuna Ltd menginisiasi pendampingan budidaya ikan kerapu di BBI Anambas. Pada program pendampingan kali ini, Medco bekerja sama dengan Perkumpulan Desa Lestari untuk fokus membangun sistem pemijahan ikan kerapu yang berkelanjutan di tahun pertama.

Program berjudul Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas ini dimulai sejak September 2021. Pada bulan pertama, Medco bersama Perkumpulan Desa Lestari melakukan asesmen pada BBI Anambas. Tujuannya untuk mengumpulkan berbagai informasi kembali meliputi kondisi pengelolaan organisasi BBI, kondisi infrastruktur BBI dan indukan kerapu. Selain itu asesmen juga bertujuan untuk mensinkronisasi rencana teknis operasional perbenihan dan budidaya ikan, rencana pelaksanaan kebijakan teknis perbenihan ikan, dan rencana teknis unit perbenihan.

Program pendampingan oleh Medco dan Perkumpulan Desa Lestari ini mendapat berbagai respon dari stakeholder lokal. Pihak Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam memberikan respon positif terhadap program ini. “Tanjung Pinang harusnya menjadi pasarnya dari BBI Anambas andai program BBI berjalan. Masalahnya setelah sekian lama pasif, maka konsekuensinya kita harus bergerak dari awal lagi,” kata Beny saat ditemui di kantor BPBL di Batam.

Kepala Desa Candi Suparman turut menerima dengan terbuka dan senang hati dengan berjalannya BBI kembali setelah selama ini nelayan kesulitan mencari bibit kerapu sehingga membeli dari luar.

“Pihak pemerintah desa berharap BBI kelas dengan usaha yang dibangun mampu memberikan kontribusi besar kepada nelayan di Desa Candi dan sekitar, seperti memberikan bantuan atau pinjaman bibit, memberikan pengetahuan bagaimana proses budidaya kerapu yang baik,” kata Suparman.

Aziyanto atau akrab disapa Bang Ian, sangat mengapresiasi berjalannya pendamingan BBI kembali. “Saya berharap BBI mampu melakukan pemijahan sendiri dan tidak tergantung dari supply luar yang selama ini dilakukan dari Batam. Kedepannya Desa Lestari bisa terus berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang dulu pernah terlibat dalam pembangunan BBI sehingga tidak ada yang putus informasi tentang BBI,” ujarnya.

Dukungan dari berbagai pihak terhadap BBI Anambas ini menjadi modal awal yang cukup baik bagi Medco dan Perkumpulan Desa Lestari menjalankan program peningkatan kapasitas pemijahan ikan kerapu yang berkelanjutan. Adanya program ini menjadi harapan bagi BBI Anambas agar bisa mengoptimalkan pengembangan budidaya ikan kerapu. (LA)