Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) merupakan forum musyawarah warga desa yang melibatkan stakeholder untuk mengusulkan dan menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa untuk tahun anggaran yang direncanakan. Usulan yang dihasilkan pada forum Musrenbangdes akan diteruskan ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan, sementara rencana yang telah disepakati berjalan dengan memanfaatkan dana dari Alokasi Dana Desa (ADD).
Desa Pungut Hilir di Kecamatan Air Hangat, Kerinci ikut melaksanakan Musrenbangdes. Forum ini dihadiri oleh stakeholder dan perwakilan dari beberapa kelompok, seperti Lembaga Adat, PKK, Karang Taruna, Pendamping Desa, serta kader Pendidikan dan Kesehatan.
Kepala Desa Pungut Hilir Zamsari mendorong para perwakilan yang merupakan tokoh masyarakat menyampaikan usulan dan saran kepada Pemerintah Desa. “Usulan dan saran yang masuk untuk menentukan skala prioritas kegiatan pembangunan di Desa Pungut Hilir,” kata Zamzari.
Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) sebagai salah satu perwakilan kelompok yang hadir memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan aspirasi. Amran, Ketua LPHA, mengusulkan agar pengelola LPHA memperoleh insentif kerja dalam mengamankan hutan adat.
“Pengurus hutan adat berhak mendapatkan insentif dari kegiatan pemanfaatannya. Hutan adat yang tersisa jika dibiarkan tiddak terkelola dan tidak ada yang menjaga, lama-lama akan habis berubah fungsi jadi area perladangan,” jelas Amran.

Menjawab usulan tersebut, Zamsari menginisasi pembangunan rumah semai. Pembangunan rumah semai didampingi oleh tim Perkumpulan Desa Lestari (PDL). Rencananya rumai semai akan dikelola oleh LPHA sehingga mempunyai pemasukan. Di sisi lain, keberadaan rumah semai akan membantu pemenuhan bibit bagi petani kayu manis dan kopi di Desa Pungut Hilir.
“Para petani perlu mencari bibit ke luar wilayah Pungut Hilir dengan harga relatif mahal. Kualitas bibit pun tidak semuanya bagus. Rumah semai ini bisa memenuhi kebutuhan bibit para petani dan pengelola bisa mengupayakan kualitas bibit yang baik,” terang staf lapangan PDL Ahmad Rifa’i.
26 orang dari LPHA, BPD, dan masyarakat bersama PDL bergotong royong membangun rumah semai di atas tanah seluas 100 meter persegi. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Setelah rumah semai jadi, tim PDL mendampingi masyarakat Pungut Hilir membuat bedeng semai, media tanam dan pengisian polybag, penanaman bibit, penyusunan rencana bisnis hingga tahap pemasaran dan musyawarah pembagian hasil penjualan bibit.
Saat ini, sekitar 15 ribu bibit kayu manis sudah tersemai di rumah semai. Rifa’I menambahkan nantinya akan menambah bibit kopi dan tanaman multi-purpose tree species seperti alpukat, petai, jengkol dan tanaman-tanaman lain sesuai dengan minat masyarakat lokal.
Pemerintah Desa Pungut Hilir berkomitmen mendukung kegiatan pembibitan di rumah semai. “Selagi kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pungut Hilir, Pemerintah Desa akan terus mendukung. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat jangka Panjang.” Kata Zamsari. (LA)
