Skip to content
VISI, MISI, NILAI

VISI

Terwujudnya masyarakat yang berdaya dengan mendorong terciptanya pengelolaan lingkungan yang lestari di Indonesia.

MISI

  1. Mewujudkan partisipasi, kemandirian, dan keswadayaan masyarakat dalam proses pembangunan di tingkat desa;
  2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat desa, terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan;
  3. Mewujudkan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya lingkungan alam;
  4. Mewujudkan pelayanan yang efektif bagi mitra dan masyarakat.

NILAI

  1. Keadilan
  2. Transparansi
  3. Partisipasi
  4. Kerja sama

TUJUAN

  1. Menggali dan memperkuat partisipasi, kemandirian dan keswadayaan masyarakat desa dalam seluruh siklus proses pengembangan dan pembangunan desa
  2. Meningkatkan kapasitas dan memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat, terutama kelompok perempuan dan kelompok pemuda
  3. Memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi dan keuangan desa
  4. Memperkuat tata kelola dan kelembagaan pemerintahan desa, terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan desa sesuai dengan pelaksanaan UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa
  5. Memperbaiki kondisi lingkungan hidup dan infrastruktur publik desa
  6. Memperkuat ekonomi masyarakat desa dan mengembangkan model-model bisnis sosial masyarakat, baik melalui Koperasi maupun BUMDes
  7. Memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya lingkungan alam yang dimiliki desa
TENTANG

Entitas Desa sebagai lingkup wilayah terkecil di Indonesia memiliki peran strategis dalam menciptakan kondisi Indonesia yang lebih baik. Fokus pembangunan yang dicanangkan pemerintah Indonesia menjadikan desa sebagai sentra pembangunan Indonesia yang diwujudkan dengan berbagai fasilitas (sarana dan prasarana), dana, para ahli, pendampingan, dan regulasi yang diarahkan bagi pembangunan desa.

Perkumpulan Desa Lestari adalah organisasi masyarakat sipil (OMS) yang didirikan pada 1 November 2014 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM sebagai badan hukum pada 11 Oktober 2016. Sebagai sebuah OMS, Perkumpulan Desa Lestari menaruh kepedulian pada desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan desa, menjadi prioritas utama Perkumpulan Desa Lestari dalam melaksanakan program-program penguatan kapasitas di desa.

Pengesahan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (yang kemudian dikenal dengan sebutan UU Desa) menjadi momentum penting bagi Perkumpulan Desa Lestari untuk turut berkontribusi dalam menguatkan keberdayaan masyarakat desa dalam kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, Perkumpulan Desa Lestari berupaya mengambil peran dan tindakan strategis dalam mempromosikan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berkelanjutan dalam mengelola sumber daya dan potensi yang dimiliki oleh desa.

Perkumpulan Desa Lestari menekankan pembangunan desa harus dilakukan secara partisipatif, berbasis kekuatan dan kemandirian masyarakat desa setempat, serta berusaha memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan desa dalam pemenuhan kebutuhannya di masa depan. Hal tersebut dapat terwujud dengan optimalisasi potensi sumber daya desa untuk kesejahteraan masyarakat desa. Peningkatan pembangunan desa dapat melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat pedesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif.

Penetapan dan pemberlakuan UU Desa merupakan momentum berharga bagi terwujudnya pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, dan pembangunan kawasan perdesaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

TIM KERJA

Nurul Purnamasari

Ketua / Penanggungjawab

Sebagai salah satu inisiator berdirinya Desa Lestari sejak 2014, Nurul berfokus pada sistem informasi desa dan kewirausahaan desa. Selain itu, dirinya juga mengelola organisasi. Sebelumnya Nurul telah melakukan riset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mengembangkan modul BUMDes, dan media komunitas.

Yudistira Soeherman

Sekretaris / Spesialis Riset dan Data Desa

Sebelum bergabung di Desa Lestari, Yudistira bekerja di Pusat Kajian Pembangunan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada pada 2015. Di Desa Lestari, dia menjadi tenaga ahli sistem data desa. Selain itu Yudistira juga fokus pada pengolahan data desa. Beberapa pengalaman di Desa Lestari antara lain menjadi co-fasilitator pelatihan pengembangan BUMDes dan melakukan evaluasi program peningkatan kapasitas tata kelola pemerintahan desa.

Irena Nuraeni

Bendahara

Irena yang telah bergabung di Desa Lestari sejak 2016 ini mengelola keuangan organisasi. Meski begitu, Irena juga beberapa kali menjadi fasilitator pelatihan, khususnya pelatihan yang terkait dengan keuangan BUMDes.

Eko Sujatmo

Spesialis Tata Kelola Desa

Sejak menjadi bagian dari tim Desa Lestari pada 2015, Eko berfokus pada penguatan pemerintahan desa, tata kelola desa, dan daya kritis masyarakat desa terhadap pengembangan potensi sumber daya alam yang dimiliki desa. Selama enam tahun, Eko telah memberikan pelatihan dan pendampingan teknis perencanaan pembangunan desa , salah satunya di Kampung Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur, menjadi fasilitator pengembangan BUMDes di beberapa wilayah di Indonesia, dan menjadi tim penulis buku dokumen pembelajaran. Selain berfokus pada tata kelola desa dan pengembangan BUMDes, Eko juga seorang aktivis konservasi lingkungan, pengorganisasian petani dan pemuda.

Aan Mujibur Rohman

Spesialis Pemberdayaan Masyarakat

Fokus Aan di Desa Lestari adalah manajemen organisasi berbasis komunitas dan ekonomi. Beberapa pengalaman Aan antara lain program manager Kampung Berseri Astra Menuju Daerah Sejahtera pada Oktober 2019, fasilitator Program Kemitraan Wallacea, Inisiasi Forum Konservasi Keragaman Hayati di Wilayah Wallacea pada Desember 2018-Oktober 2019, dan peneliti utama pemetaan sosial AMC pada Juli-Oktober 2019.

Sefin Mei Sa’roni

Spesialis Riset Komoditi Pertanian

Sefin melakukan riset berbagai komoditas pertanian sejak bergabung di Desa Lestari pada 2021. Lulusan Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pernah melakukan riset mutu dan ketertelusuran komoditas kayu manis.

Dani Aldinas

Spesialis Pengembangan Bisnis Komoditas

Dani berfokus pada pengembangan potensi ekonomi melalui sumber daya alam. Dani yang sebelumnya mengenyam pendidikan di IPB dengan program studi Proteksi Tanaman, telah melakukan riset mutu dan ketertelusuran komoditas pala.

Aqmarina Laili Asyrafi

Staf Media dan Komunikasi

Dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, Aqmarina menjadi content writer sekaligus pengelola situs Desa Lestari. Sebelumnya, Aqmarina membantu me-review dan menyunting naskah artikel jurnal ilmiah ASPIKOM dan JIK. Selain itu dia pernah menjadi content news writer di salah satu media daring lokal.

VISI, MISI, NILAI

VISI

Terwujudnya masyarakat yang berdaya dengan mendorong terciptanya pengelolaan lingkungan yang lestari di Indonesia.

MISI

  1. Mewujudkan partisipasi, kemandirian, dan keswadayaan masyarakat dalam proses pembangunan di tingkat desa;
  2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat desa, terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan;
  3. Mewujudkan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya lingkungan alam;
  4. Mewujudkan pelayanan yang efektif bagi mitra dan masyarakat.

NILAI

  1. Keadilan
  2. Transparansi
  3. Partisipasi
  4. Kerja sama

TUJUAN

  1. Menggali dan memperkuat partisipasi, kemandirian dan keswadayaan masyarakat desa dalam seluruh siklus proses pengembangan dan pembangunan desa
  2. Meningkatkan kapasitas dan memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat, terutama kelompok perempuan dan kelompok pemuda
  3. Memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi dan keuangan desa
  4. Memperkuat tata kelola dan kelembagaan pemerintahan desa, terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan desa sesuai dengan pelaksanaan UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa
  5. Memperbaiki kondisi lingkungan hidup dan infrastruktur publik desa
  6. Memperkuat ekonomi masyarakat desa dan mengembangkan model-model bisnis sosial masyarakat, baik melalui Koperasi maupun BUMDes
  7. Memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya lingkungan alam yang dimiliki desa
TENTANG

Entitas Desa sebagai lingkup wilayah terkecil di Indonesia memiliki peran strategis dalam menciptakan kondisi Indonesia yang lebih baik. Fokus pembangunan yang dicanangkan pemerintah Indonesia menjadikan desa sebagai sentra pembangunan Indonesia yang diwujudkan dengan berbagai fasilitas (sarana dan prasarana), dana, para ahli, pendampingan, dan regulasi yang diarahkan bagi pembangunan desa.

Perkumpulan Desa Lestari adalah organisasi masyarakat sipil (OMS) yang didirikan pada 1 November 2014 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM sebagai badan hukum pada 11 Oktober 2016. Sebagai sebuah OMS, Perkumpulan Desa Lestari menaruh kepedulian pada desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di terutama pada proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pemantauan pembangunan desa, menjadi prioritas utama Perkumpulan Desa Lestari dalam melaksanakan program-program penguatan kapasitas di desa.

Pengesahan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (yang kemudian dikenal dengan sebutan UU Desa) menjadi momentum penting bagi Perkumpulan Desa Lestari untuk turut berkontribusi dalam menguatkan keberdayaan masyarakat desa dalam kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, Perkumpulan Desa Lestari berupaya mengambil peran dan tindakan strategis dalam mempromosikan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berkelanjutan dalam mengelola sumber daya dan potensi yang dimiliki oleh desa.

Perkumpulan Desa Lestari menekankan pembangunan desa harus dilakukan secara partisipatif, berbasis kekuatan dan kemandirian masyarakat desa setempat, serta berusaha memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan desa dalam pemenuhan kebutuhannya di masa depan. Hal tersebut dapat terwujud dengan optimalisasi potensi sumber daya desa untuk kesejahteraan masyarakat desa. Peningkatan pembangunan desa dapat melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat pedesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif.

Penetapan dan pemberlakuan UU Desa merupakan momentum berharga bagi terwujudnya pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, dan pembangunan kawasan perdesaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

TIM KERJA

Nurul Purnamasari

Ketua / Penanggungjawab

Sebagai salah satu inisiator berdirinya Desa Lestari sejak 2014, Nurul berfokus pada sistem informasi desa dan kewirausahaan desa. Selain itu, dirinya juga mengelola organisasi. Sebelumnya Nurul telah melakukan riset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mengembangkan modul BUMDes, dan media komunitas.

Yudistira Soeherman

Sekretaris / Spesialis Riset dan Data Desa

Sebelum bergabung di Desa Lestari, Yudistira bekerja di Pusat Kajian Pembangunan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada pada 2015. Di Desa Lestari, dia menjadi tenaga ahli sistem data desa. Selain itu Yudistira juga fokus pada pengolahan data desa. Beberapa pengalaman di Desa Lestari antara lain menjadi co-fasilitator pelatihan pengembangan BUMDes dan melakukan evaluasi program peningkatan kapasitas tata kelola pemerintahan desa.

Irena Nuraeni

Bendahara

Irena yang telah bergabung di Desa Lestari sejak 2016 ini mengelola keuangan organisasi. Meski begitu, Irena juga beberapa kali menjadi fasilitator pelatihan, khususnya pelatihan yang terkait dengan keuangan BUMDes.

Eko Sujatmo

Spesialis Tata Kelola Desa

Sejak menjadi bagian dari tim Desa Lestari pada 2015, Eko berfokus pada penguatan pemerintahan desa, tata kelola desa, dan daya kritis masyarakat desa terhadap pengembangan potensi sumber daya alam yang dimiliki desa. Selama enam tahun, Eko telah memberikan pelatihan dan pendampingan teknis perencanaan pembangunan desa , salah satunya di Kampung Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur, menjadi fasilitator pengembangan BUMDes di beberapa wilayah di Indonesia, dan menjadi tim penulis buku dokumen pembelajaran. Selain berfokus pada tata kelola desa dan pengembangan BUMDes, Eko juga seorang aktivis konservasi lingkungan, pengorganisasian petani dan pemuda.

Aan Mujibur Rohman

Spesialis Pemberdayaan Masyarakat

Fokus Aan di Desa Lestari adalah manajemen organisasi berbasis komunitas dan ekonomi. Beberapa pengalaman Aan antara lain program manager Kampung Berseri Astra Menuju Daerah Sejahtera pada Oktober 2019, fasilitator Program Kemitraan Wallacea, Inisiasi Forum Konservasi Keragaman Hayati di Wilayah Wallacea pada Desember 2018-Oktober 2019, dan peneliti utama pemetaan sosial AMC pada Juli-Oktober 2019.

Sefin Mei Sa’roni

Spesialis Riset Komoditi Pertanian

Sefin melakukan riset berbagai komoditas pertanian sejak bergabung di Desa Lestari pada 2021. Lulusan Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pernah melakukan riset mutu dan ketertelusuran komoditas kayu manis.

Dani Aldinas

Spesialis Pengembangan Bisnis Komoditas

Dani berfokus pada pengembangan potensi ekonomi melalui sumber daya alam. Dani yang sebelumnya mengenyam pendidikan di IPB dengan program studi Proteksi Tanaman, telah melakukan riset mutu dan ketertelusuran komoditas pala.

Aqmarina Laili Asyrafi

Staf Media dan Komunikasi

Dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, Aqmarina menjadi content writer sekaligus pengelola situs Desa Lestari. Sebelumnya, Aqmarina membantu me-review dan menyunting naskah artikel jurnal ilmiah ASPIKOM dan JIK. Selain itu dia pernah menjadi content news writer di salah satu media daring lokal.