Skip to content

Program Lalu

Yogyakarta Leadership and Enterpreneurship for Youth 2020
Penguatan Kapasitas Pengelolaan Potensi Desa
Kampung Berseri Astra Menuju Desa Sejahtera Periode II

Program Berjalan

Desa Cerdas
Responsible and Sustainable Palm Oil Plantation in Indonesia
Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Responsible and Sustainable Palm Oil Plantation in Indonesia

Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, produksi minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia mencapai 47 juta ton pada 2019—yang menjadikan Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. Angka tersebut merupakan kontribusi produksi dari perkebunan kelapa sawit industri dan petani kelapa sawit mandiri.

Sayangnya kualitas produk hasil perkebunan kelapa sawit mandiri cenderung tidak sebaik petani yang bermitra dengan perusahaan. Sehingga menyebabkan ketimpangan antarpetani kelapa sawit. Para petani mandiri membutuhkan wadah dan system yang mampu membantu perbaikan kualitas produk serta akses pasar sebagai upaya peningkatan kesejahteraan. Pemerintah desa menjadi salah satu pihak yang memiliki wewenang pengelolaan dilematika perkebunan kelapa sawit di desa.

Penabulu Foundation bersama Perkumpulan Desa Lestari pun menginisiasi sebuah program, yaitu Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan (RESBOUND) di tiga desa model dari dua kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu Kecamatan Semitau dan Kecamatan Suhaid. Tujuannya untuk memperkuat dialog kemitraan multi-pemangku kepentingan yang tersedia untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan pedesaan yang layak bagi petani kecil dan pekerja di perkebunan kelapa sawit besar.

Selama lima bulan, kedua kecamatan tersebut mengikui berbagai kegiatan seperti penyusunan tools asesmen rantai nilai komoditas kelapa sawit, pengambilan data, dan pengembangan sistem.

Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) menjadi salah satu alat bantu yang ditawarkan bagi perangkat desa. SAID juga dapat mendukung pengambilan keputusan perangkat desa sebagai masukan dalam perencanaan pembangunan desa.

Luaran yang diharapkan pada program ini adalah adanya Peta Rantai Pasok dan Rantai Nilai Komoditas Kelapa Sawit di desa model; kapasitas pemerintah desa dan kelompok petani kelapa sawit mandiri mengenai system data desa terintegrasi meningkat; dan adanya Purwarupa Sistem Data Informasi di desa model.