Skip to content

Program Lalu

Penyusunan Baseline Amplifying Voice for Just Climate Action
Pemetaan Potensi Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR)
Pendampingan BUMDes Kabupaten Kudus

Program Berjalan

Desa Cerdas
Membangun Pemijahan Kerapu yang Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Pendampingan Balai Benih Ikan dan Kelompok Nelayan Anambas

Pemetaan Potensi Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR)

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) merupakan kawasan pelestarian alam seluas 181.090 hektar. Wilayah TNBBBR terbagi menjadi dua, yaitu 70.500 hektar di Provinsi Kalimantan Barat dan 110.590 hektar di Provinsi Kalimantan Tengah. Taman Nasional tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi sekaligus menjadi kawasan perlindungan flora dan fauna seperti Bunga Raflesia, Kuau Kerdil Kalimantan, Katak Capacuya, dan Burung Enggang.

Terdapat masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di sekitar Taman Nasional. Mereka mempunyai ragam adat budaya dalam aspek peradaban—termasuk pemenuhan kehidupan sehari-hari. Mayoritas mata pencaharian penduduk di daerah sekitar (daerah penyangga) Taman Nasional yaitu bertani ladang. Mereka juga memiliki pendapatan tambahan dari pemanfaatan kayu di hutan, pemanfataan HHBK, pertambangan emas, jasa transportasi, dan perdagangan.

Persepsi masyarakat daerah penyangga terhadap keberadaan Taman Nasional dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya alam disekitarnya. Secara langsung ketersediaan sumber daya alam itu mempunyai pla hubungan dengan sumber mata pencaharian masyarakat.

Permasalahan muncul ketika mayoritas masyarakat di daerah penyangga tidak memahami apapun tentang status, peraturan atau kebijakan yang mengikat pada kawasan hutan. Selain itu tata batas antara wilayah Taman Nasional dengan desa penyangga yang belum jelas. Hal ini pun menjadi peluang gangguan bagi Taman Nasional, seperti perambahan, penebangan luar, dan perburuan yang masih terjadi di kawasan TNBBBR. Gangguan-gangguan yang terjadi berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan.

Yayasan ASRI (Alam Sehat Lestari) bersama Perkumpulan Desa Lestari menginisasi program pemetaan potensi mata pencaharian masyarakat penyangga Taman Nasional Bukit Bakat Bukit Raya (TNBBBR) berbasis sumber daya desa yang berkelanjutan. Tujuannya untuk menyediakan pilihan mata pencaharian alternative guna menekan laju deforestasi dan degradasi kawasan TNBBBR.

Program ini berjalan sejak 30 November hingga 31 Desember 2021. Selama satu bulan, Yayasan ASRI dan Perkumpulan Desa Lestari memetakan mata pencaharian masyarakat desa penyangga, mengidentifikasi potensi sumber daya alam sebagai mata pencaharian alternative masyarakat, serta melakukan identifikasi peraturan pendukung dalam menunjang mata pencaharian masyarakat menggunakan beberapa metode, antara lain focus group discussion (FGD), wawancara, dan observasi lapangan. Pemetaan ini dilakukan di dua desa di Kecamatan Menukung, Melawi, Kalimantan Barat: Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring.

Program ini menghasilkan berbagai dokumen pemetaan mata pencaharian, diantaranya data jenis dan jumlah usaha yang dilakukan oleh masyarakat desa penyangga, data jumlah usaha yang berhasil dan usaha yang gagal dari seluruh jumlah usaha yang pernah dikerjakan oleh masyarakat di kedua desa, dan data sumber bahan baku yang diperlukan dalam mengelola usaha yang dilakukan oleh masyarakat di kedua desa tersebut.