Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas

Balai Benih Ikan (BB) Anambas mulai melakukan pemijahan ikan kerapu pada 1-7 April 2022 lalu. Pemijahan dilakukan terhadap ikan kerapu berjenis macan di KJA. Ada beberapa langkah yang harus dilewati selama proses pemijahan; seleksi indukan, mempersiapkan bak media pemeliharaan larva, pemijahan, dan memanen telur.

Sebelum melakukan seleksi, indukan kerapu dibius dengan ethylene glycol monopheyl ether 20 ppm terlebih dahulu agar tidak stress. Seleksi dapat dilakukan setelah tubuh indukan kerapu miring dan tidak meronta saat dipegang.

“Seleksi indukan ini bertujuan untuk mendapat indukan kerapu jantan dan betina yang digabung ke dalam keramba untuk proses pemijahan,” kata Tim Ahli BPBL Batam Beni yang datang untuk mendampingi proses pembenihan di BBI Anambas.

Kepala bagian Produksi BBI Anambas Rio turut me-monitor selama seleksi. “Monitoring indukan kerapu dilakukan pada malam hari karena indukan kerapu berlangsung pada malam hari. Biasanya telur ikan kerapu siap panen mulai bermunculan di dalam keramba pada pagi hari.” Katanya.

Indukan jantan yang lolos seleksi menghasilkan sel sperma berwarna putih pekat. Sementara indukan betina yang siap dipijah telah berisi sel telur di rahimnya. Pada proses seleksi indukan bulan ini, ditemukan satu indukan betina dan tujuh indukan jantan yang siap dimasukkan ke satu keramba untuk melalui proses pemijahan.

Selanjutnya bak pemeliharaan larva dipersiapkan. “Media pemeliharaan perlu dipersiapkan dengan baik dan sempurna untuk mencegah risiko kematian larva akibar error di media pemeliharaan,” jelas Pendamping Lapangan BBI Anambas Budi Utomo.

Pada proses ini, bak diisi air laut sebanyak 60 persen dari volume air yang disaring filterbag. Tujuannya agar algae dan rotifera sebagai pakan larva tidak langsung luber keluar. Aerasi sebagai asupan oksigen utama dipasang sesuai kebutuhan dengan titik stone air diberi jarak sekitar 20 cm dari dasar bak untuk mencegah agar kotoran yang mengendap di dasar bak tidak teraduk selama pemeliharaan berlangsung. Bak inkubasi telur juga perlu disiapkan.

Setelah indukan dan bak pemeliharaan larva siap, indukan jantan dan betina kerapu digabungkan ke jaring baru yang sudah dipasang hapa untuk mengantisipasi telur supaya tidak lepas. Indukan pun menghasilkan telur di hari kedua pemijahan. Jumlah telur terus meningkat di hari keempat dan kelima.

Telur-telur tersebut dimasukan ke bak inkubasi agar dapat menetas menjadi larva. Biasanya larva terbentuk sekitar 18 sampai 22 jam setelah telur menetas. Larva kerapu yang baik akan mengembang di permukaan. Setelahnya larva dipindahkan ke bak pemeliharaan selama 45 hari hingga berukuran tiga sentimeter.

Secara keseluruhan, proses pemijahan ikan kerapu di BBI Anambas sudah sesuai prosedur. Namun larva tidak bertahan lama. Penyebab kematian larva kemungkinan karena kualitas pakan alami yang kurang baik.

BBI Anambas akan selalu mengevaluasi kegagalan serta memberikan inovasi-inovasi terbaru agar pemeliharaan larva berjalan baik. “Harapannya BBI mampu melakukan inovasi pada pemijahan ikan kerapu, baik secara alami maupun hybrid.  Kedepannya BBI akan dikembangkan tidak hanya pada pemijahan indukan kerapu saja, tetapi juga merambah ke jenis ikan lainnya yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Sehingga hal ini menjadi pembelajaran baik bagi masyarakat untuk bersama BBI mengembangkan potensi potensi benih ikan lainnya dengan pemijahan secara mandiri.” Tutup Manajer Program Pendampingan BBI Anambas Aan Mujibur Rohman. (AMR)

Kementerian Desa Selenggarakan Bimtek bagi Kader Digital

Yogyakarta (10/4) – Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para Kader Digital dari desa lokus program Desa Cerdas. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, pada Jumat sampai Kamis (8-14/4) di tiga region, yaitu Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Untuk Region Yogyakarta diadakan di Hotel Sagan Heritage.

Co-fasilitator Bimtek Zainal Abidin melihat masih banyak peserta yang belum begitu paham mengenai kondisi desa masing-masing. Menurut Zainal yang juga Duta Digital dari Desa Sidorejo, Situbondo, hal itu disebabkan latar belakang peserta yang beragam.

“Karena latar belakang peserta bermacam-macam. Ada dari perangkat desa dan non-perangkat desa. Terkait pemahaman kondisi desa, perencanaan pembangunan desa, dokumen pembangunan desa, banyak yang belum kenal,” katanya.

Fasilitator dari Perkumpulan Desa Lestari, Nurul Purnamasari mengatakan nantinya Kader Digital akan banyak berinteraksi dengan desa karena nantinya berkantor di desa. Maka, mereka perlu aktif di desa masing-masing.

“Kader Digital akan membaur dengan masyarakat, (Kader Digital) harus tahu banyak hal yang terjadi di desa. (karena) Singgungan Desa Cerdas banyak sekali, tidak harus soal digitalisasi saja. Maka mereka perlu aktif di berbagai aktivitas kemasyarakatan di desa, baik dalam kegiatan maupun proses perencanaan,” terang Nurul pada Bimtek hari ketiga, Minggu (10/4).

Nurul juga mengingatkan pada Kader Digital untuk aware dengan dokumen-dokumen desa karena mereka bisa mengusulkan program desa dan melakukan pengawasan di masa depan. “Kader Digital akan sering berinteraksi dengan desa. Selain mengusulkan kegiatan, Kader Digital perlu ikut proses pengawasan,” katanya.

Kegiatan Bimtek ini diadakan sebagai peningkatan kapasitas Kader Digital dalam rangka pelaksanaan program Desa Cerdas. Kader Digital Zulvina Octyaningsih menilai sejauh ini pelatihan Bimtek berjalan lancar meski di tengah kondisi puasa Ramadhan. Menurutnya, materi yang disampaikan juga bagus dan rinci, serta penyampaian oleh fasilitator cukup baik.

Zulvina berharap ilmu dan wawasan yang telah diperoleh selama Bimtek bisa diimplementasikan dengan baik. “Harapan saya dan Duta Digital bisa melaksanakan program ini dengan baik, memaksimalkan apa yang ada di desa, serta membuat kemajuan-kemajuan yang lebih baik dengan saling bersinergi,” Ujar Zulvina.

Zainal juga berharap Kader Digital memahami kondisi, program, hingga dokumen-dokumen desa. “Kader Digital bisa paham apa yang terjadi di desa, mulai dari penyusunan program desa dalam APBDes, perencanaan di RPJMDes dan RKB, agar kegiatan-kegiatan Desa Cerdas ini bisa dimasukkan ke dalam proses perencanaan pembangunan kemudian dieksekusi hingga berhasil dan sukses.” tutupnya.

Bimtek ini merupakan pembekalan kepada Kader Digital dari 350 desa, yang berasal dari 18 kabupaten, diadakan dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan serentak secara luring di Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan secara daring pada 18-22 April 2022. Kegiatan ini bagian dari implementasi Desa Cerdas tahun pertama. (LA)