Pagi itu, ada pemandangan lain di Posyandu RW 03 Desa Cikole. Para kader membagikan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) usai mengukur tinggi dan berat badan anak kepada para orang tua. Lansia yang hadir dalam pengukuran dan pemeriksaan darah juga turut menerima. Paket PMT yang dibagikan tidak hanya berisi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Sebagian isinya berasal dari hasil panen selada keriting oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Reksa Bumi dan Karang Taruna Seja Bakti Desa Cikole.
Kelompok Wanita Tani dan Karang Taruna melakukan panen perdana selada keriting hasil budidaya dengan metode Climate-Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim. Hasilnya berat dan jumlah selada yang dipanen cukup fantastis. KWT memanen lebih dari 220 kilogram selada sementara Karang Taruna mencapai 20 kilogram.
“Kami panen semua selada yang ada di sini (lahan). Sekitar 40 kilogram kita bagikan ke posyandu.” kata Sri Hartati, local champion KWT setelah panen di kebun. Pembagian hasil panen ke Posyandu menjadi salah satu kontribusi KWT dalam pemenuhan gizi masyarakat sekitar, sekaligus mempromosikan hasil bumi budidaya oleh warga setempat.
Sementara itu, Karang Taruna Seja Bakti baru memanen selada keriting dari tiga bedeng di lahan garapan karena tanaman dari bedeng lain masih belum siap panen. Pada kesempatan panen ini, Karang Taruna memberikan hasil panen untuk dibagikan di Posyandu.
Sebelumnya, Posyandu Desa Cikole rutin memberikan PMT tiap bulan. Isinya bervariasi, mulai dari susu, telur hingga buah-buahan. Bulan ini, Posyandu Desa Cikole membagikan 100 paket PMT berisi selada keriting dan telur ke tiga titik di tiga Rukun Warga (RW). “Sangat membantu, apalagi ini hasil kebun sendiri. Mudah-mudahan ke depannya bisa tambah lagi selain selada.” Ucap Ai Suryati, Kader Posyandu sekaligus Ketua RW 03 Cikole.
Tambahan sayur dalam paket PMT ini juga disambut baik oleh Eka Vera, salah satu orang tua anak. “Bagus, jadi dapat tambahan sayur buat konsumsi anak-anak. Di dalam juga ada telur, kebetulan anakku suka telur. Harapannya bisa coba juga sayuran yang ditanam sendiri ini. Tiap posyandu juga dapat sayuran lagi.” Kata Eva. (LA)

