Skip to content

Program Lalu

Asistensi Teknis Aktivasi BUMDes
Pendampingan Teknis 28 BUMDes Kabupaten Kudus
Pendampingan Teknis 42 BUMDes Kabupaten Kudus

Program Berjalan

Enhancing climate and gender just community resilience in Indonesia through building models of climate-smart agriculture, civil society consolidation, and digital safety for women and girls
Development of Integrated Landscape Management (ILM) Plan in Aceh Province (Lot I)
Action Plan Development for Sustainable Coffee Commodities in Mandailing Natal (Lot III)

Enhancing climate and gender just community resilience in Indonesia through building models of climate-smart agriculture, civil society consolidation, and digital safety for women and girls

Indonesia menghadapi tantangan multidimensi: kerentanan terhadap perubahan iklim, penyempitan ruang sipil, dan risiko kekerasan berbasis gender di ranah digital meningkat. Ketiga tantangan tersebut saling berkaitan.

Dampak perubahan iklim mempengaruhi petani kecil karena adanya perubahan pola musim dan degradasi lahan—yang turut meningkatkan biaya input pertanian. Terlebih petani masih menerapkan pola pertanian konvensional berbasis kimia semakin mendorong kerentanan ekonomi dan lingkungan. Pola pertanian yang tidak beradaptasi dengan dampak perubahan iklim juga dapat menurunkan minat generasi muda untuk bertani.

Di sisi lain, terjadi penurunan indeks demokrasi, pembatasan ruang kebebasan berekspresi dan berkumpul, serta risiko terhadap aktivis dan CSO meningkat. Hal ini menandakan bahwa ruang sipil di Indonesia mengalami tekanan.

Transformasi digital turut memberikan tantangan baru bagi perempuan dan anak perempuan. Mereka semakin aktif di ruang digital tetapi juga menjadi kelompok yang rentan terhadap kekerasan daring, seperti perundungan, penyebaran konten intim, dan doxing. Sementara itu, mekanisme pelaporan dan perlindungan korban di tingkat komunitas masih terbatas dan belum terintegrasi.

Krisis iklim memperbesar kerentanan sosial dan ekonomi, penyempitan ruang sipil melemahkan daya tawar kolektif, dan kekerasan digital membatasi partisipasi individu. Tantangan-tantangan ini membentuk lingkaran tantangan multidimensi yang menuntut respons terpadu dan berbasis keadilan.

Perkumpulan Desa Lestari bersama Civic Engagement Alliance dan Lokadaya mendorong peningkatan ketahanan komunitas di Indonesia melalui model terintegrasi berbasis lokal dengan fokus utama: penguatan model climate-smart agriculture (CSA), penguatan konsolidasi dan konektivitas jaringan CSO, dan keamanan digital serta respons terhadap kekerasan berbasis gender digital.

Integrasi model ini diharapkan mampu berkontribusi pada terciptanya komunitas yang lebih aman, tangguh, inklusif, dan bermartabat dalam menghadapi tantangan iklim, sosial, dan digital yang saling terkait.