Pelatihan BUMDes Kudus Tingkatkan Kapasitas Pengelola

Pelatihan peningkatan dan penguatan kapasitas BUMDes oleh Djarum Foundation telah dilakukan sejak 2019. Per akhir 2021, Djarum Foundation memberikan pelatihan kepada 32 desa di Kabupaten Kudus selama tiga tahun terakhir bersama Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata.

Penyelenggaraan berbagai pelatihan ini dilatarbelakangi potensi sumber daya yang ada di desa-desa Kudus. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata, ada 45 BUMDes yang berdiri di Kabupaten Kudus dengan rincian 41 BUMDes berstatus dasar selebihnya BUMDes berstatus tumbuh. Kondisi desa-desa tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali para peserta pelatihan yang notabene adalah tim perumus atau tim persiapan pendirian BUMDes dan para pengurus BUMDes agar mampu mendirikan BUMDes serta memiliki rencana usaha yang direncanakan secara matang,” kata Koordinator Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDes Kudus Semester II Tahun 2021 Eko Sujatmo.

Sebelum melakukan pelatihan semester ini, Eko bersama tim dari Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata melakukan asesmen kepada 14 desa yang berhasil lolos seleksi administrasi. Mayoritas desa berencana mendirikan usaha pengelolaan sampah dan air bersih, selebihnya pengelolaan wisata desa.

Kendati demikian tantangan pun tidak bisa dihindari. “Rendahnya kapasitas sumber daya manusia dan pengurus yang kurang fokus karena memiliki pekerjaan lain. Selain itu dukungan modal dari desa masih fokus pada penanganan Covid-19,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, mengadakan pelatihan penguatan kapasitas pengelolaan BUMDes menjadi penting. Sejak pelatihan daring pada April-Mei lalu, Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata sudah berkeinginan mengadakan pelatihan secara tatap muka karena membawa lebih banyak benefit, diantaranya komunikasi lebih efektif, ketersediaan waktu lebih longgar, minim distraksi informasi, dan mampu membangun hubungan emosional antara fasilitator dan peserta.

Pelatihan yang diadakan secara tatap muka di bulan November ini menjadi momentum yang sangat tepat karena desa-desa akan mendirikan dan mengembangkan BUMDes. Selama enam hari, para peserta mengikuti pelatihan di Wisma Karyawan Djarum Kudus. Peserta nampak’ antusias pada pelatihan kali ini. “Meskipun dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, mereka bisa mengikuti (kegiatan) tepat waktu,” kata Eko.

Eko juga mengatakan mereka ingin pendampingan sebagai lanjutan dari pelatihan. Bahkan beberapa desa sudah merencanakan pelatihan yang akan dilakukan oleh desa sendiri karena merasa belum cukup sehingga memerlukan materi tambahan.

Usai pelatihan, peserta mulai melakukan sosialisasi, pembuatan SK Tim Perumus dan menyelesaikan rencana bisnisnya. Selanjutnya tim Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata melakukan penilaian terhadap 14 desa peserta. Nantinya akan dipilih minimal empat desa untuk mengikuti pendampingan yang dimulai pada Januari 2022.

Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto berharap pelatihan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes ini bisa meningkatkan skill dan kapasitas dalam menjalankan dan mengembangkan unit usaha di masing-masing desa. “Agar ekonomi desa makin maju dan sejahtera dengan berkembangnya usaha BUMDes.” kata Budi.

Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan BUMDes melalui Pelatihan Dasar

Kudus (13/11) – Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari mengadakan Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes secara tatap muka setelah melakukan pelatihan secara daring pada April hingga Mei lalu. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu hingga Minggu, yaitu 13-14, 20-21, dan 27-28 November 2021. Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes ini didukung oleh Djarum Foundation.

Pelatihan ini diikuti sekitar 84 peserta dari 14 desa di Kabupaten Kudus, diantaranya Desa Colo, Desa Wonosuco, Desa Margorejo, dan Desa Gondoarum. Kegiatan yang diselenggarakan di Wisma Karyawan Djarum berlokasi di Kecamatan Jati, Kudus bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang BUMDes serta keterampilan teknis dalam mengelola BUMDes.

“Kami melatih para pengelola BUMDes agar mereka semakin memiliki skill dan kapasitas dalam menjalankan dan mengembangkan unit usahanya,” kata Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Achmad Budiharto saat pembukaan pelatihan.

Menurut Bupati Kudus Hartopo, BUMDes memiliki potensi strategis dalam mengelola dan mengembangkan potensi desa. Sehingga diperlukan sumber daya manusia yang professional untuk melakukan kegiatan manajerial BUMDes.

“Sudah barang tentu pendirian dan pengelolaan BUMDes optimal jika dikelola manajemen yang professional. Tinggal bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia manajerial dan juga rencana-rencana yang akan diterapkan dalam BUMDes,” ujar Hartopo.

Selama enam hari, para peserta mengikuti pelatihan dengan berbagai metode seperti paparan materi seputar potensi desa, jenis usaha, model bisnis rencana keuangan dan analisis kelayakan usaha. Selain tanya jawab dengan narasumber, review materi, praktik, hingga konsultasi dan pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Metode-metode ini lebih beragam dan dinilai lebih efektif daripada pelatihan berbasis online sebelumnya karena tidak terbatas ruang sehingga bisa melakukan komunikasi interpersonal dengan lebih baik.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes ini, salah satunya melalui teken regulasi. “Kementerian Desa terus bekerja untuk menjadikan BUMDes sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa dan konsolidator ekonomi warga,” ucapnya melalui video rekaman.

Budi berharap berkembangnya BUMDes bisa memajukan ekonomi desa dan memberikan kesejahteraan bagi masyaratkatnya. Senada dengan Budi, Hartopo menaruh harapan pada BUMDes agar bisa merevitalisasi ekonomi pasca Covid-19 di Kabupaten Kudus. (LA)