Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

Menggagas Tata Kelola Desa Secara Partisipatif, Refleksi Studi Banding Desa Nehas Liah Bing Ke Desa Sumbermulya Bantul

 

4. Menggagas Tata Kelola Desa Secara Partisipatif-Refleksi Studi Banding Desa Nehas Liah Bing Ke Desa Sumbermulya Bantul_640x360Bantul (7/4) – Diberlakukannya UU No 6 tahun 2014  memberikan dampak yang signifikan bagi desa-desa untuk bergerak dan melihat berbagai kondisi tata kelola pemerintahan mereka, mulai dari sumberdaya, potensi, managemen tata kelola, lembaga-lembaga desa serta kapasitas staf desa.

Proses bergerak beberapa desa di lokasi sekitar perkebunan kelapa sawit yang menjadi lokasi usaha PT Dharma Satya Nusantara (DSN) mendapat dukungan sepenuhnya dari CSR PT DSN untuk melakukan proses-proses pembelajaran di desa yang lebih dahulu mengalami perubahan yang berlokasi di Kabupaten Bantul DIY, tepatnya di Desa Sumbermulya Kecamatan Bambanglipuro. Pada tanggal 17 – 19 Maret 2015 Desa Nehas Liah Bing melakukan studi banding untuk belajar bersama dengan desa Sumbermulya terkait dengan berbagai proses menata desa dengan berbagai potensi yang ada di dalamnya.

Proses Pembelajaran

IMG_6911Model studi banding ini berbentuk magang sehingga teman-teman dari desa Nehas Liah Bing yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur Umum, Ketua dan anggota BPD dalam agendanya akan berinteraksi langsung dengan staf desa dan anggota BPD.

Hari pertama, diawali dengan acara penerimaan secara umum di aula kantor balai desa Sumbermulya. Acara sambutan dan juga penjelasan maksud dan tujuan kedatangan mengawali proses perkenalan antar dua desa.

IMG_6914Sesudah itu Ani selaku Kepala Desa memberikan pemaparan tentang apa dan bagaimana Desa Sumbermulya, sejak masa gempa yang menimbulkan 90% kerusakan, bagaimana proses bangkit, sampai dengan perubahan model tata kelola dan juga proses pelibatan warga dalam perencanaan pembangunan desa sehingga sampai sekarang desa Sumbermulya mampu mendapatkan prestasi dan juara untuk berbagai perlombaan baik di tingkat daerah maupun nasional, diantaranya Juara I Lomba Adikarya Pangan Nusantara, yang juga menghantarkan Ibu Kepala Desa dengan predikat Kepala Desa Pembimbing Desa terbaik tingkat nasional, selain itu Desa Sumbermulya merupakan satu-satunya desa yang menjadi pilot untuk Desa Good Governance Nasional sejak tahun 2011 sampai sekarang.

Hari pertama studi banding hanya berdurasi setengah hari, dikarenakan rombongan Desa Nehas Liah Bing masih ada kegiatan bersama dengan Direktur Program CSR (Bapak Loekito) di Yogyakarta. Proses akan dilanjutkan pada hari kedua.

IMG_6918Hari kedua, diisi sengan pemaparan dari Bapak Basuki Ketua BUMDes Desa Sumbermulya tentang bagaimana proses penataan BUMDes, yang saat ini masih dalam taraf awal karena baru berjalan sekitar 6 bulan (dimulai bulan Oktober 2014), tetapi sudah mampu memberi tambahan pendapatan kepada desa sekitar 150 juta rupiah. BUMDes Desa Sumbermulya berupa “Embung Merdeka” (dam/bendungan kecil), yang berfungsi untuk menampung air hujan sehingga pada musim kemarau persawahan tidak mengalami kekeringan akibat kekurangan air.

IMG_6916BUMDes ini mengelola Embung Merdeka yang sudah ditebari dengan benih ikan, sehingga bagi siapapun yang akan memancing di embung tersebut dikenai retribusi dan menjadi pemasukan bagi BUMDes. Diantara paparan BUMDes tersebut proses tanya jawab berlangsung, diantaranya berhubungan dengan proses awal pendirian BUMDes, regulasi yang mengaturnya, dan juga penataan pengelola BUMDes. Dalam pertemuan tesebut juga disertai tanya jawab umum terkait dengan perencanaan program dan penganggaran tiap kegiatan kelembagaan desa baik PKK, ketugasan BPD, Kaur Pemerintahan maupun Kaur Umum.

Proses itu dilanjutkan dengan magang per bagian, sampai dengan acara selesai setelah makan siang.

Hari ketiga merupakan bagian untuk merefleksikan hasil kunjungan dan menemukan rencana tindak lanjut pasca kunjungan. Maka proses di hari ketiga ini diawali dengan refleksi yang dibagi dalam 2 kelompok dengan hasil sebagai berikut:

bagan-dl1

Sedangkan poin-poin yang akan menjadi rencana tindak lanjut kegiatan dari 2 kelompok ini antara lain:

bagan-dl2

Demikian hasil tiga hari kunjungan studi banding dari perangkat desa Nehas Liah Bing di desa Sumbermulya Bambanglipuro Bantul DIY, semoga niat baik para pejuang desa untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berbudaya ini menjadi pijakan dalan penataan dan pengelolaan desa melalui proses yang bermartabat.

Yogyakarta, 7 April 2015

Sri Purwani