Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

Geliat Kebonharjo Mengelola Keuangan Desa

Balai Desa Kebonharjo, Samigaluh, Kulon Progo (sumber: dokumentasi lembaga)

Kulon Progo (28/4) – Yayasan Penabulu membantu serta memberikan fasilitas kepada Desa Kebonharjo, Samigaluh, Kulon Progo dalam melaksanakan tata kelola keuangan desa.

Pasca pelaporan tahunan keuangan desa 2015 di seluruh Indonesia, semua desa mulai menggeliat menyambut turunnya Dana Desa (DD) yang dianggarkan pemerintah melalui APBN dan alokasi dana desa (ADD) melalui APBD pada tahun anggaran 2016. Kepala Desa Kebonharjo Rohmad Ahmadi turut bersiap dan berbenah untuk dapat mengelola dana desa 2016 dengan sebaik mungkin, dengan prinsip transparan dan akuntabel.

“Saya masih sangat baru memimpin Kebonharjo. Itulah mengapa kami butuh teman untuk berdiskusi agar Kebonharjo yang lokasinya agak terpencil ini mampu berkembang seperti yang diinginkan masyarakat disini,” ujar Rohmad.

Dalam pengembangan pelayanan bidang keuangan desa, Yayasan Penabulu bekerja sama dengan PT Reksta sebagai pemilik hak cipta aplikasi SIAP Desa. “SIAP Desa sebagai aplikasi keuangan yang berbasiskan kepada UU Desa dan Permendagri 113 (tahun 2014) merupakan alat alternatif yang dapat digunakan desa-desa untuk menyusun laporan keuangan, dimana seluruh tahapan pengelolaan keuangan desa diatur di dalamnya. Terlebih pengoperasiannya bersifat offline, sehingga sangat memudahkan penggunanya,” tutur Ahmad Sofyan, Spesialis Keuangan Desa Yayasan Penabulu.

Penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah desa. Hal tersebut pun sudah tertuang dalam UU Desa. Berdasarkan regulasi yang mengaturnya, Rohmad punya angan besar.

“Maka kami berharap Penabulu men-support niat kami dalam rangka memperbaiki penatausahaan dan laporan keuangan desa, agar tata kelola pemerintah Desa Kebonharjo akan lebih baik, transparan dan sistematis,” pungkasnya. (AS)