Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

Penguatan Kapasitas Kelompok Masyarakat dalam Penyusunan Perencanaan & Pengawasan Program Pembangunan Desa

 

liputan-trnd-kel-masyarakat-2
Penguatan Kapasitas Kelompok Masyarakat dalam Penyusunan Perencanaan dan Pengawasan Program Pembangunan Desa Kendari, 4-8 Mei 2016. (sumber: dokumentasi lembaga)

Kendari (8/5) – Proses kemandirian desa diawali dengan tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat yang ada di dalamnya. Elemen masyarakat desa yang terdiri dari banyak kelompok masyarakat tersebut tentu memiliki banyak dinamika yang pelu diperhatikan oleh para pemimpin desa agar menjadi daya dorong dan energi pembangunan desa. Meskipun hal tersebut menjadi salah satu amanah dalam UU Desa No 6/2014, tetapi berdasar kondisi riil di lapangan, masih sangat jauh dari yang diharapkan.

Kesenjangan antara idealisme regulasi dan implementasi di lapangan inilah yang menyebabkan IDRAP sebagai lembaga swadaya masyarakat yang sangat peduli dengan proses pemberdayaan masyarakat pedesaan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan bekerjasama dengan Yayasan Penabulu pada tanggal 4-8 Mei 2016 bertempat di Kantor IDRAP Kendari mengadakan pelatihan dan penguatan masyarakat sipil. Pelatihan tersebut bertujuan mendorong masyarakat lebih berperan dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan desa.

Sasarannya adalah kelompok-kelompok masyarakat antara lain: kelompok nelayan, kelompok petani, kelompok pemuda/karang taruna, kelompok perempuan/PKK dan juga melibatkan 1 kelompok pemerintahan desa. Kelima kelompok masyarakat tersebut berasal dari 18 desa di 7 kecamatan di wilayah 3 Kabupaten yakni Kabupaten Konawe Selatan, Buton Utara dan Konawe Kepulauan.

Proses pelatihan selama lima hari yang difasilitasi oleh Sri Purwani sangat dinamis dan aktif, melalui metode andragogi menjadikan ke-35 peserta sebagai narasumber pelatihan. Materi mulai dari pemetaan dan refleksi atas peran dan fungsi kelompok dalam proses pembangunan desa, pendalaman tentang UU Desa dan aturan turunannya, Mekanisme perencanaan dalam RPJMDes, RKPDes dan penyusunan skala prioritas melalui mekanisme musyawarah desa dan musrenbangdes, BUMDes serta pemetaan potensi ekonomi pedesaan dan strategi memperkuat jaringan. Materi tersebut didukung dengan kegiatan kunjungan lapangan di Desa Lambangi Kecamatan Kolono sebagai proses pembelajaranlangsung bagi peserta dari sisi penggalian gagasan di tingkat masyarakat sebagai proses belajar mencari aspirasi penyusunan perencanaan pembangunan desa.

Setelah melalui berbagai tahap, refleksi, diskusi, presentasi dan menerima materi, peserta diminta untuk membuat rencana tindak lanjut yang riil bisa dilakukan sekembalinya di desa masing-masing sebagai upaya mewujudkan perubahan kondisi kemasyarakatan dan tata pemerintahan.

Meskipun kegiatan ini sangat padat tetapi peserta terlihat antusias. Hal tersebut disampaikan oleh Nursalim mewakili kelompok pemuda di saat memberikan kesan proses pelatihan. “Terima kasih kepada Lembaga IDRAP yang sudah mengadakan pelatihan ini, karena dengan mengikuti pelatihan ini, saya banyak mempelajari hal baru terutama yang berhubungan dengan desa, harapan saya kepada semua peserta pelatihan ini agar apa yang kita dapat selama pelatihan tidak hanya berhenti disini tetapi kita harus implementasikan di desa kita,” ucapnya.