Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Sumber Energi Baru Kelompok Wanita Tani Sumbermulya

sumber: dokumentasi lembaga

Bantul (13/5) – Saemaul Globalization Foundation (SGF) dan Yayasan Penabulu melakukan pendampingan kepada tiga Kelompok Wanita Tani (KWTS) yang ada di Desa Sumbermulya, Bambanglipuro, Bantul pada 9-13 Mei 2016. Tiga KWT yang didampingi antara lain KWT Aster, KWT Arimbi, dan KWT Kamasutra. Ketiganya mengikuti Pelatihan Pengolahan Aneka Pangan Lokal berbahan dasar pisang, jagung, dan sayuran.

Selain SGF dan Yayasan Penabulu, pelatihan ini turut menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dan praktisi sebagai pemateri sekaligus motivator bagi anggota KWT. Pelatihan yang dilakukan selama lima hari itu dilakukan di dua lokasi, yaitu Balai Desa Sumbermulya dan tiga dusun asal KWT: Padukuhan Kaligondang, Gersik dan Plumbungan.

Pelatihan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan peran dan fungsi KWT di ranah publik melalui optimalisasi sumber daya dan potensi lingkungan keluarga, terutama penganekaragaman makanan nonberas.

Hasil pelatihan ini antara lain meningkatkan pendapatan keluarga anggota KWT dan perkembangan unit-unit usaha baru yang mampu mendukung keberadaan BUMDes yang saat ini masih dalam tataran peningkatan penataan. Sisi lain dari perwujudan kemandirian dan ketahanan pangan adalah munculnya produk olahan pisang menjadi produk andalan di Desa Sumbermulya untuk mendukung program diversifikasi pangan.

SGF, Yayasan Penabulu, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bantul berharap adanya Pelatihan Pengolahan Aneka Pangan Lokal membuat KWT mampu memanfaatkan pekarangan maupun hasil panen menjadi produk yang layak jual, bergizi dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain, seperti pisang utri/uter yang selama ini harga jualnya sangat murah dan diolah untuk pembuatan: dodol pisang, permen pisang dan krupuk kulit pisang, aneka olahan yang berasal dari jagung yakni: aneka cake maupun egg roll dan cemilan jagung serta aneka criping dari hasil pekarangan seperti: pare, daun singkong, bayam, dan lain-lain. (AK)