Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Geliat Awal Pemdes Teluk Bakung bersama WVI Kubu Raya Kalbar dalam Proses Perencanaan dan Pembuatan Perdes Partisipatif

Peserta pelatihan menyusun Perdes berbasis hak anak (sumber: dokumentasi lembaga)

Kalimantan Barat (11/6) – Wahana Visi Indonesia (WVI) ADP Kubu Raya Kalimantan Barat bekerjasama dengan Penabulu Foundation menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Perdes Berbasis Hak Anak dengan desa mitra WVI yaitu Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 6-11 Juni 2016 di Aula Gardenia Resort and Spa Kabupaten Kubu Raya.

Pelatihan Penyusunan Perdes Berbasis Hak Anak menitikberatkan pada proses penyusunan Perdes Partisipatif yang berbasis hak anak dengan diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Desa, Kepala Dusun, RT dan RW, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat serta Karang Taruna dari Desa Teluk Bakung.

Pada pembukaan pelatihan, Sri Purwani dari Yayasan Penabulu mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum yang baik bagi peningkatan kualitas aparat pemerintahan desa di tingkat desa dalam proses penyusunan Perdes sebagai upaya pemberlakukan ketentuan dan peraturan yang ada di Desa Teluk Bakung.

“Pemerintah desa merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Sehingga, usaha dan kerja keras kita bersama perlu terus ditingkatkan dan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Sri juga menghimbau agar segenap aparat pemerintahan desa dapat bertindak benar-benar sebagai pelayanan masyarakat. Dalam hal ini, fungsi pelayanan tersebut dapat diselaraskan dengan kondisi masyarakat setempat dengan mempertimbangkan aspek-aspek kearifan lokal di masing-masing desa.

Kegiatan ini juga sebuah upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, yang tentunya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal mayarakarat desa yang diintegrasikan dengan peraturan yang berlaku sesuai dengan UU No.6/2014 dan aturan turunannya, jelas Sri Purwani lebih lanjut.

Marino selaku perwakilan dari WVI ADP Kubu Raya menyampaikan pelatihan penyusunan Perdes berbasis hak anak akan akan menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola pemerintah desa terutama dari sisi peningkatan kapasitas dalam pembuatan Perdes di desa Teluk Bakung.

“Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya pemerintah desa untuk melaksanakan penyususnan Perdes yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perudang-undangan yang berlaku serta partisipatif. Selain itu pelatihan ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan dengan program CWBO dari WVI ADP Kuburaya“ ujar Marino.

Proses pelatihan selama enam hari ini mengulas materi meliputi Mengenal Tata Kelola Pemerintahan Desa Berdasar UU No 6/2014 tentang Desa beserta aturan turunannya, Integrasi Proses dan Mekanisme Perencanaan Pembangunan Desa (RPJMDes, RKPDes, RAPBDes dan Penyelarasan Program Pembangunan di tingkat Kabupaten), Mengenal Elemen dasar Pembuatan Produk Hukum Desa dan Tahapan dalam pembuatan Peraturan Desa/Perdes Partisipatif, Menggali Potensi Sumber Daya Lokal bagi Peningkatan Pendapatan Asli Desa (Unit Usaha Desa), seta Strategi Perencanaan dan Pengawasan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa bagi Pemenuhan Hak Anak di Desa Teluk Bakung.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti materi pelatihan yang disampaikan dari Yayasan Penabulu. Metode pelatihan yang disajikan oleh pihak Penabulu cukup menarik perhatian peserta karena dilakukan dengan metode partisipatif dengan subjek utama pemahaman, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan para peserta dengan integrasi program kebijakan WVI dan Pemda Kalimantan Barat. (AK)