Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

BUMDes Bersama Ubah Perekonomian Masyarakat Karangsambung

kebumen2
Ruang display penjualan produk BUMDes Bersama Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. (sumber: dokumentasi lembaga)

Kebumen (21/9) – Tingginya angka kemiskinan seringkali mendorong sebagian besar warga desa untuk merantau ke kota-kota besar. Demikian halnya yang terjadi di desa-desa di Kecamatan Karangsambung, Kebumen. Namun seiring perjalanan waktu, muncul kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan gerak ekonomi lokal. Masyarakat Kecamatan Karangsambung berinisiatif untuk saling bekerjasama membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama dalam bidang usaha konveksi.

Jika selama ini BUMDes berjalan di satu wilayah desa, BUMDes di Karangsambung diselenggarakan oleh beberapa desa secara bersama-sama. Menurut Gunung, salah satu warga Kecamatan Karangsambung, menginformasikan bahwa dalam Pasal 6 Permendes No. 4 Tahun 2015 tentang BUMDes diperbolehkan bagi desa-desa untuk mengembangkan BUMDes bersama. Maka desa-desa di Karangsambung yang sudah memiliki BUMDes saling bekerja sama di tingkat kecamatan.

Berdasarkan diskusi dengan pengelola BUMDes Bersama, kesulitan yang paling dirasakan selama proses pembentukan BUMDes Bersama yaitu tata kelola dan administrasi keuangan BUMDes. Pada pembentukannya, pengelola BUMDes Bersama bekerja sama dengan FORMASI melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan di Desa Tlepok dan Desa Kaligending. Melalui pelatihan tersebut, terjadi penyebaran cerita ke desa-desa lain mengenai manfaatnya setelah menerapkan praktik langsung.

FORMASI mensyaratkan bagi desa yang berminat untuk mengikuti pelatihan, setidaknya harus mewakilkan lima orang dan memiliki SK (Surat Keputusan) dari Kepala Desa. Selain itu, setiap desa di wilayah Kecamatan Karangsambung mempunyai kebebasan membuat unit usaha di desa masing-masing. Apabila kelompok di tiap desa tersebut telah merasa yakin untuk membuat usaha mandiri, maka nantinya akan diperkenalkan dengan pasar. Terhitung Juli 2016, Kecamatan Karangsambung sudah mampu mengurangi sekitar 280 pengangguran. Selain itu, sebagian warga desa dapat melakukan pekerjaan di rumah masing-masing tanpa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengurus rumah. (KWL)