Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Peneliti Korea Selatan: Indonesia Butuh Pemimpin Kuat untuk Ubah Mental Bangsa

sumber: dokumentasi lembaga

Gyeongsangbuk-Do (2/12) – Kekayaan merupakan impian dan cita-cita setiap manusia dan negara. Semua orang ingin kaya, tetapi kebanyakan tidak mau mengubah sikap mental dan cara bekerja sehingga tetap miskin.  Ho Choi-Sang adalah doktor dari National Characters Studies yang telah melakukan penelitian watak orang Korea Selatan selama 42 tahun. Ia menceritakan sikap mental orang Korea Selatan pada masa lalu. Selama masa kepemimpinan dua presiden sebelumnya orang Korea Selatan bermalas-malasan. Namun, setelah kepemimpinan Presiden Park Chung-hee yang juga berasal dari keluarga miskin, sang presiden memotivasi perubahan mental orang Korea Selatan. “Semua orang Korea Selatan berubah menjadi pekerja keras “ tegasnya.

Ho mencontohkan 40 tahun yang lalu Filipina adalah negara yang lebih kaya daripada Korea, tetapi sekarang kondisi Korea Selatan 10 kali lebih kaya dari Filipina. Padahal Filipina sebenarnya mempunyai sumberdaya alam yang melimpah seperti Indonesia. Lain halnya dengan Malaysia yang mempunyai musim seperti Indonesia, namun negara Malaysia sekarang menempati peringkat 16 dunia negara  kaya sejak mengaplikasikan Saemaul Undong pada 1982 silam.

“Indonesia kaya sumber daya alam akan tetapi mengapa tidak maju seperti negara Korea Selatan?” tanya Kepala Desa Tanjungwangi Budi Santoso Idris yang juga merupakan salah satu delegasi dari Indonesia.

Pertanyaan tersebut sejenak menghentikan cerita sang Doktor. Ho yang sudah 30 tahun menjadi dosen ini mengakui hasil pertanian yang melimpah di Indonesia seperti beras, sayur dan buah-buahan. Namun kualitasnya masih perlu ditingkatkan agar harganya tinggi. Proses produksi yang mengolah hasil pertanian untuk menjadi barang yang mempunyai nilai tambah mesti dikembangkan, agar pendapatan masyarakat juga meningkat.

Lebih lanjut, Choi-Sang menjelaskan salah satu faktor penting agar menjadi negara atau desa kaya yaitu pemimpinnya harus mempunyai sikap mental sukarela kepada masyarakatnya. Pemimpin negara harus mempunyai mental yang kuat untuk membuat negara menjadi kaya. Pemimpin yang mampu membantu masyarakatnya untuk bekerja giat dan semangat sangat diperlukan untuk membangun desa atau negara.

“Indonesia saat ini belum mempunyai pemimpin yang dapat mempunyai tujuan yang jelas untuk maju dan belum dapat membuat masyarakatnya lebih giat bekerja,” Kata Ho tentang kondisi Indonesia.

Ho berharap agar para delegasi yang hadir ketika kembali ke tanah airnya mampu memilih pemimpin, termasuk pemimpin desa, yang memiliki misi mengubah sikap mental masyarakatnya, agar  desa mempunyai tujuan kuat dan jelas untuk mengkayakan desanya. (ES)