Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

Karang Taruna, Semangat Tinggi Minim Daya

Kendari (8/3) – Sebanyak 38 peserta mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Karang Taruna oleh Yayasan Penabulu dan IDRAP di Graha Carita Kendari. Peserta merupakan perwakilan dari 21 desa mitra IDRAP di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Muna Utara, Muna dan Buton Utara, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini diselenggarakan lima hari pada 4-8 Maret 2017.

Mewakili forum, salah satu peserta dari Desa Pamandati Yadi, kegiatan Karang Taruna berhubungan dengan seni dan olah raga. “Setahu kami selama ini kegiatan Karang Taruna merupakan kegiatan yang berhubungan dengan kreasi, olah raga, dan kesenian,” ucapnya yang dibenarkan oleh peserta kegiatan lain. Hal itu disebabkan tidak adanya kegiatan Karang Taruna yang terencana dengan baik selain kegiatan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejauh ini, Karang Taruna masih minim implementasi, baik pada sumber daya maupun kaderisasi, terutama di tingkat desa. Selama ini, para aktivis Karang Taruna mengaku tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan desa. Akibatnya mereka hampir tidak mengetahui anggara desa dan mekanisme penetapan prioritas pembangunan.

“Kami jarang sekali diikutkan dalam Musrenbangdes, juga kadang diundang tapi tidak datang karena kegiatan untuk kami biasanya sudah ada, yakin untuk 17-an,” kata Tomo, peserta dari Desa Lelamo.

Peserta pelatihan yang terdiri dari pegiat Karang Taruna Desa melakukan simulasi penyusunan perencanaan pembangunan desa. (sumber: dokumentasi lembaga)

Selain itu sebagian besar peserta melum melek anggaran. Hal itu ditunjukkan dengan rendahnya peningkatan keterampilan dan pengembangan kelembagaan pemuda.

Meluruskan hal tersebut, fasilitator Penabulu Sri Purwani menyampaikan materi utama tentang peran dan tugas Karang Taruna. Sri menekankan Karang Taruna mempunyai tiga tanggung jawab utama; pemberdayaan kaum muda, pembinaan atas masalah sosial bagi generasi muda, dan lembaga yang menampung aspirasi kaum muda di tingkat desa.

Selain itu, Sri memberikan gambaran implementasi UU Desa, perlunya keterlibatan kaum muda dalam perencanaan desa, penentuan skala prioritas maupun penggalian gagasan dari berbagai kelompok masyarakat untuk meningkatkan peran Karang Taruna.

Pelatihan penguatan kapasitas kelembagaan Karang Taruna merupakan salah satu upaya IDRAP mendorong keterlibatan kaum muda di desa dan mewujudkan harapan kaum muda untuk tahu, paham, dan terlibat dalam pembangunan desa. (SP)