Skip to content

Liputan

Memahami Kerentanan Sosial Desa Akibat Pandemi Covid-19 melalui Diskusi Publik
25 October 2021
Kementerian Desa bersama Mitra Siapkan Modul untuk Desa Cerdas
12 October 2021
Kementerian Desa Ajak Empat Organisasi menjadi Mitra Program Desa Cerdas
27 September 2021

Cerita Perubahan

Penatausahaan Keuangan Tingkatkan Efektivitas BUMDes
05 May 2021
Rencana Keuangan, Penentu Keberhasilan BUMDes
28 April 2021
Perluas Jangkauan Promosi, BUMDes Mulai Manfaatkan Digital Marketing
22 April 2021

Enam Desa di Kudus Ikuti Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes secara Virtual

Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Satuan Kerja P3MD Kabupaten Kudus M. Muntoha menjelaskan tujuan BUMDes kepada peserta Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes Kabupaten Kudus (sumber: dokumentasi lembaga)

Sleman (5/4) – Sebanyak enam desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes. Kegiatan yang dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting ini diadakan pada Kamis (1/4) pukul 09.00-12.00 WIB.

Keenam desa yang menjadi peserta pelatihan yaitu Glagah Kulon, Karangampel, Kajar, Jekulo, Janggalan, dan Rejosari. Tidak hanya itu, Panti Asuhan Binaan Bakti Sosial Djarum juga turut menjadi peserta. Pelatihan ini difasilitasi oleh Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata bersama PT Djarum.

Rangkaian Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes yang diselenggarakan selama 1-29 April akan memberikan beberapa materi terkait BUMDes, antara lain kelembagaan BUMDes, pemetaan potensi dan jenis usaha, rencana usaha dan pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Materi-materi tersebut dirangkum menjadi empat modul yang diberikan secara bertahap.

Materi pelatihan di hari pertama adalah kelembagaan BUMDes yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Satuan Kerja P3MD Kabupaten Kudus M. Muntoha. Muntoha memberikan paparan materi melalui presentasi yang ditayangkan di layar room Zoom Meeting.

Muntoha menjelaskan latar belakang dan landasan hukum BUMDes yang kini memberlakukan PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Selanjutnya, Muntoha memaparkan tujuan BUMDes. “Tujuan BUMDes ada empat, yaitu melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha, serta pengembangan inverstasi dan produktivitas perekonomian dan potensi desa; melakukan kegiatan pelayanan umum melalui penyediaan barang dan/atau jasa serta pemenuhan kebutuhan umum masyarakat desa dan mengelola lumbung pangan desa; pemanfaatan aset desa guna menciptakan nilai tambah atas aset desa; dan mengembangkan ekosistem digital di desa,” kata Muntoha.

Selain itu, Muntoha juga menjelaskan beberapa hal lainnya, diantaranya fungsi BUMDes, syarat dan pertimbangan pendirian BUMDes, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga BUMDes, hingga perangkat organisasi BUMDes.

Usai pemberian materi, Eko Sujatmo dari Perkumpulan Desa Lestari sebagai moderator pelatihan membuka sesi tanya jawab. Beberapa peserta pun mengajukan pertanyaan tetapi ada juga peserta yang memberikan tanggapan hingga meminta bantuan untuk pengurusan izin unit BUMDes di desanya.

Setelah itu, Eko memberikan tugas kelompok bagi para peserta. Tugas berupa identifikasi potensi desa dan jenis usaha masing-masing desa peserta. Eko pun menjelaskan file word dan excel sebagai sheet pengerjaan tugas supaya peserta bisa memahami apa saja yang harus dikerjakan dengan mudah.

Senior Manager Public Affair PT Djarum Purwono Nugroho berharap adanya pelatihan ini mampu membuat perwakilan dari masing-masing desa peserta Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes Kabupaten Kudus bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto berterima kasih serta memberikan apresiasi kepada Djarum, Lokadata, dan Perkumpulan Desa Lestari atas fasilitas pelatihan yang diberikan.

“Peningkatan kapasitas memang perlu dilakukan. Harapannya (peserta) bisa mengikuti pelatihan sampai selesai, dapat mengembangkan BUMDes di masing-masing desa,” ucap Adi.

Perwakilan dari BUMDes Karangampel menilai pelatihan hari pertama cukup bagus. “Materi sudah bagus. Pertanyaan yang muncul sudah terjawab,” katanya. (LA)