Gangguan Sinyal Tak Padamkan Semangat Peserta Ikuti Pelatihan BUMDes

Eko Sujatmo (kiri) sebagai narasumber dan Aan Mujibur Rohman (kanan) sebagai moderator pada Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes Kabupaten Kudus pada Selasa (6/4). (sumber: dokumentasi lembaga)

Sleman (6/4) – PT Djarum bersama Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari mengadakan Pelatihan dan Penguatan Kapasitas BUMDes di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Melihat situasi masih dalam pandemi Covid-19, pelatihan yang diadakan pada Selasa (6/4) ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan secara daring ini memang lebih ringkas namun juga harus menghadapi kendala seperti gangguan jaringan wifi dan sinyal dari mobile data. “Sangat susah untuk menerima dengan jelas karena terkendala sinyal, baik wifi maupun data,” kata Sidiq, perwakilan dari Desa Glagah Kulon.

Gangguan sinyal juga dirasakan oleh Desa Rejosari. Desa tersebut sempat mengalami kesulitan masuk ke room Zoom Meeting di awal sesi namun akirnya hal tersebut bisa teratasi.

Selain Glagah Kulon dan Rejosari, ada empat desa dan tiga panti asuhan binaan Djarum yang menjadi peserta pelatihan. Mereka dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dengan sesi pelatihan pagi dan kelas B dengan sesi pelatihan siang. Lima desa lainnya antara lain Desa Karang Ampel, Kajar, Jekulo, dan Janggalan. Sedangkan panti asuhan binaan Djarum adalah Panti Asuhan Melati, Panti Asuhan Nurul Jannah, dan Panti Asuhan Darussalamah.

Pada sesi hari ini, fasilitator dari Perkumpulan Desa Lestari Eko Sujatmo memberikan materi tentang pemetaan potensi desa.

“Setiap desa sebenarnya sudah mempunyai prasyarat yang sama untuk menuju kemandirian desa. Yang pertama, kewenangan. Yang kedua, setiap desa pasti punya potensi atau aset yang bisa dimanfaatkan untuk pendayagunaan,” kata Eko.

Eko menyebutkan kemandirian desa bisa terwujud apabila ada kemauan masyarakat untuk memberdayakan potensi desa yang ada.

Selanjutnya, Eko menjabarkan lagi potensi desa yang meliputi peran BUMDes, definisi potensi serta kategoinya, pendekatan, hingga pemetaan potensi desa, sumber penghidupan desa, dan layanan dasar desa.

Setelah penyampaian materi, para peserta dibagi menjadi tiga room untuk mendiskusikan potensi di desa masing-masing bersama fasilitator dari Perkumpulan Desa Lestari.

Beberapa desa telah melakukan pemetaan dan menemukan potensi desanya masing-masing seperti sungai, mata air, pertanian, perkebunan, dan wisata religi.

Menurut perwakilan BUMDes Karang Ampel, meski terkendala sinyal dan jaringan, mereka tetap bersemangat mengikuti pelatihan sampai selesai. “Pelatihan kali ini sangat menarik dan bagus sekali Mas Eko memaparkan materinya. BUMDes sangat terbantu. Ada kendala sinyal atau teknis, tapi itu tidak mengurangi semangat kami dibalik keterbatasan untuk mengikuti pelatihan. Semoga kedepannya bisa lebih kompak lagi dan saling sharing desa masing-masing bagaimana kondisi desa,” ucapnya. (LA)