Skip to content

Liputan

Pemutakhiran Data Desa Masih Perlu Ditingkatkan
20 June 2022
[SIARAN PERS] Dana Abadi LSM: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal
01 June 2022
Perkumpulan Desa Lestari Membuka Rekrutmen Staf Baru
24 May 2022

Cerita Perubahan

Strategi Baru BBI Anambas Memasarkan Kerapu
23 April 2022
Inovasi Pemijahan Indukan Ikan Kerapu di BBI Anambas
10 April 2022
Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus
21 February 2022

Desa Lestari dan Lokadata Dampingi 4 BUMDes di Kudus

Pengembangan potensi perekomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) jadi salah satu upaya untuk membangun desa. BUMDes juga bisa menjadi wadah bersama bagi masyarakat desa dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif.

PT Djarum melalui Lokadata bersama Perkumpulan Desa Lestari berkomitmen melakukan pendampingan bagi beberapa BUMDes di Kabupaten Kudus. Pada semester kedua tahun 2021, keduanya melakukan pendampingan di empat desa, yaitu Desa Karangampel, Dea Janggalan, Desa Jati Kulon, dan Desa Gulang.

Koordinator Program Pendampingan BUMDes Kudus Semester II Tahun 2021 Eko Sujatmo menyatakan ada beberapa pertimbangan sebelum akhirnya memilih mendampingi keempat desa itu.

“Desa Karangampel dan Janggalan dipilih berdasarkan hasil penilaian pelatihan online peningkatan kapasitas pengurus BUMDes pada April 2021 lalu. Sedangkan dua desa lainnya, yaitu Desa Jati Kulon dan Desa Gulang merupakan desa yang dipilih oleh Lokadata berdasarkan hasil asesmen pada bulan September 2021,” jelas Eko.

BUMDes di tiap desa mempunyai kondisi yang berbeda. BUMDes Karisma di Desa Karangampel telah memiliki kepengurusan lengkap. BUMDes ini juga sudah menjalankan tiga usaha jasa: penitipan sepeda motor, usaha pelayanan air bersih (Pamsimas), dan pengelolaan sampah. Pengurus BUMDes juga sudah membuat catatan sederhana atas kegiatan usaha yang dijalankan.

Pendampingan penyusunan analisis kelayakan usaha di Desa Jati Kulon (sumber: dokumentasi lembaga)

BUMDes Jenggolo Makmur di Desa Janggalan sudah mempunyai kepengurusan lengkap, rencana usaha dan analisis kelayakan usaha pengelolaan dan pengolahan sampah. Namun, rencana usaha itu belum berjalan per Oktober 2021 karena BUMDes Jenggolo Makmur belum mendapat penyertaan modal dari desa.

Desa Jati Kulon sudah mendirikan BUMDes sejak 2017 dan telah menjalankan usaha pengelolaan sampah. Meski begitu, BUMDes bernama BUMDes Sumber Pangan Sejati ini belum ada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). BUMDes Sumber Pangan Sejati melakukan restrukturisasi organisasi dan revitalisasi BUMDes pada Oktober 2021.

Desa Gulang menjadi satu-satunya desa dampingan yang belum mendirikan BUMDes. Menurut Tenaga Ahli Kabupaten Kudus wilayah Mejobo, desa ini berencana mendirikan BUMDes. Desa Gulang berkomitmen mendirikan BUMDes dan siap didampingi selama proses pendirian sejak November 2021 hingga April 2022 mendatang.

Meski memiliki kondisi yang berbeda, tetapi sebagian BUMDes di desa dampingan memiliki permasalahan yang sama, yaitu belum ada perencanaan matang dan analisis kelayakan usaha. Selain itu, dari sisi manajemen BUMDes belum mempunyai standar operasional prosedur, program kerja, laporan persemester, dan laporan pertanggungjawaban.

(sumber: dokumentasi lembaga)

Tim Lokadata dan Perkumpulan Desa Lestari melakukan berbagai kegiatan pendampingan di empat desa tersebut sejak Oktober 2021. Beberapa hambatan harus dilewati, seperti relasi antara pemerintah desa dengan pengurus BUMDes yang kurang harmonis dan kegiatan pemerintah desa di akhir dan awal tahun yang banyak.

BUMDes dampingan telah berhasil memperoleh beberapa capaian. Empat BUMDes desa dampingan berhasil memverifikasi nama dan menyusun dokumen program kerja tahun 2022. “Draft Perdes AD, draft Perkades ART, dan draft BA Musdes dan dokumen kelayakan usaha juga sudah tersusun. Bahkan BUMDes Jenggolo Makmur Desa Janggalan sudah mendapat penyertaan modal dari desa pada Desember 2021 lalu.” Tambah Eko.

Pendampingan akan terus dilakukan sampai bulan Maret atau April 2022 mendatang. Eko berharap pemerintah desa, BPD, dan pengelola BUMDes saling bersinergi mendukung usaha BUMDes saat ini serta rencana pengembangan usaha ke depan.

“Semoga pengelola BUMDes konsisten mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh saat pendampingan.” tutupnya. (LA)