Skip to content

Liputan

Dapat Respon Positif, Penerapan Agroforestri Berkelanjutan Perlu Diperluas Lagi
30 August 2024
Membangun Desa, Perangkat Desa dan Masyarakat Perlu Bersinergi
03 June 2024
Mengurangi Deforestasi, Pemerintah Desa dan Kabupaten Bisa Berkolaborasi
03 May 2024

Cerita Perubahan

Desa Sejahtera Astra Mahakam Ulu: Naiknya Pamor Kakao dan Wawasan Masyarakat
09 September 2025
Perjalanan Desa Jati Kulon dalam Mengelola 6 Ton Sampah Setiap Hari
06 August 2025
Inisiasi Desa dalam Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Perlindungan Kearifan Lokal
22 May 2025

Pelatihan BUMDes Kudus Tingkatkan Kapasitas Pengelola

Peserta pelatihan dari 14 desa di kab. Kudus bersama Vice President Djarum Foundation dan para narasumber seusai Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes di Kabupaten Kudus, 13-28 November 2021 (sumber: dokumentasi lembaga)

Pelatihan peningkatan dan penguatan kapasitas BUMDes oleh Djarum Foundation telah dilakukan sejak 2019. Per akhir 2021, Djarum Foundation memberikan pelatihan kepada 32 desa di Kabupaten Kudus selama tiga tahun terakhir bersama Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata.

Penyelenggaraan berbagai pelatihan ini dilatarbelakangi potensi sumber daya yang ada di desa-desa Kudus. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata, ada 45 BUMDes yang berdiri di Kabupaten Kudus dengan rincian 41 BUMDes berstatus dasar selebihnya BUMDes berstatus tumbuh. Kondisi desa-desa tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali para peserta pelatihan yang notabene adalah tim perumus atau tim persiapan pendirian BUMDes dan para pengurus BUMDes agar mampu mendirikan BUMDes serta memiliki rencana usaha yang direncanakan secara matang,” kata Koordinator Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDes Kudus Semester II Tahun 2021 Eko Sujatmo.

Sebelum melakukan pelatihan semester ini, Eko bersama tim dari Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata melakukan asesmen kepada 14 desa yang berhasil lolos seleksi administrasi. Mayoritas desa berencana mendirikan usaha pengelolaan sampah dan air bersih, selebihnya pengelolaan wisata desa.

Kendati demikian tantangan pun tidak bisa dihindari. “Rendahnya kapasitas sumber daya manusia dan pengurus yang kurang fokus karena memiliki pekerjaan lain. Selain itu dukungan modal dari desa masih fokus pada penanganan Covid-19,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, mengadakan pelatihan penguatan kapasitas pengelolaan BUMDes menjadi penting. Sejak pelatihan daring pada April-Mei lalu, Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata sudah berkeinginan mengadakan pelatihan secara tatap muka karena membawa lebih banyak benefit, diantaranya komunikasi lebih efektif, ketersediaan waktu lebih longgar, minim distraksi informasi, dan mampu membangun hubungan emosional antara fasilitator dan peserta.

Pelatihan yang diadakan secara tatap muka di bulan November ini menjadi momentum yang sangat tepat karena desa-desa akan mendirikan dan mengembangkan BUMDes. Selama enam hari, para peserta mengikuti pelatihan di Wisma Karyawan Djarum Kudus. Peserta nampak’ antusias pada pelatihan kali ini. “Meskipun dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, mereka bisa mengikuti (kegiatan) tepat waktu,” kata Eko.

Eko juga mengatakan mereka ingin pendampingan sebagai lanjutan dari pelatihan. Bahkan beberapa desa sudah merencanakan pelatihan yang akan dilakukan oleh desa sendiri karena merasa belum cukup sehingga memerlukan materi tambahan.

Usai pelatihan, peserta mulai melakukan sosialisasi, pembuatan SK Tim Perumus dan menyelesaikan rencana bisnisnya. Selanjutnya tim Perkumpulan Desa Lestari dan Lokadata melakukan penilaian terhadap 14 desa peserta. Nantinya akan dipilih minimal empat desa untuk mengikuti pendampingan yang dimulai pada Januari 2022.

Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto berharap pelatihan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes ini bisa meningkatkan skill dan kapasitas dalam menjalankan dan mengembangkan unit usaha di masing-masing desa. “Agar ekonomi desa makin maju dan sejahtera dengan berkembangnya usaha BUMDes.” kata Budi.