Saemaul Geumgo, Lembaga Keuangan Mikro ala Korea

Saemaul Geumgo turut mengedukasi dan mengubah mental masyarakat di Korea sejak tahun 1963.
Saemaul Geumgo turut mengedukasi dan mengubah mental masyarakat di Korea sejak tahun 1963.

Gyeongsangbuk-do (1/12) – Bank dan koperasi kredit barangkali sudah sangat tidak asing bagi semua orang. Kedua lembaga keuangan tersebut lebih banyak digunakan untuk menyimpan uang dan mengakses pinjaman. Di Korea Selatan ada lembaga keuangan tingkat desa yang dinamakan Saemaul Geumgo.

Saemaul Geumgo merupakan lembaga keuangan yang mirip dengan bank atau koperasi kredit. Menurut Andi Kim, Manager of International Cooperation Team (Korean Federation of Community Credit Cooperatives), Saemaul Geumgo merupakan Lembaga Keuangan ditingkat desa yang didirikan dari uang kecil warga desa. Saemaul Geumgo berdiri sejak tahun 1963 sebelum Saemaul Undong dicetuskan, hingga sekarang berkembang pesat di negara gingseng ini dan menjadi pendukung kemajuan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, telah berdiri 1.335 Saemaul Geumgo, 910 Koperasi Kredit, 1.133 koperasi petani dan sembilan koperasi nelayan per akhir 2015. Berdirinya Saemaul Geumgo bertujuan untuk menggalakkan budaya menabung pada masyarakat, dimana perputaran uangnya dikelola warga desa dan dipergunakan untuk warga desa. Kim menekankan bahwa yang lebih penting adalah mengubah sikap masyarakat untuk mengelola uang dan dipercayai oleh semua masyarakat. Dengan kepercayaanya masyarakat desa yang kaya maupun yang miskin menyisihkan uangnya untuk disimpan di Saemaul Geumgo.

Sebagai penunjang berkembangnya Saemaul Geumgo, pemerintah desa turut menginvestasikan modalnya, sehingga ada pembagian keuntungan yang diterima desa. Dari keuntungan yang diterima desa digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan, pengembangan pertanian, membangun rumah dan lainya yang besarnya ditentukan berdasarkan musyawarah warga desa.

Saemaul Geumgo lebih berpihak pada warga desa karena memberikan pinjaman kepada warga dengan bunga jauh lebih rendah daripada bank. “Saemaul Geumgo memberikan pelayanan pinjaman tanpa jaminan dengan bunga 2%, sedangkan bank dengan bunga 6 persen,“ kata Kim.

Lebih lanjut, Kim menjelaskan untuk menjadi anggota Saemaul Geumgo, warga desa harus melalui pelatihan-pelatihan terlebih dahulu, serta apabila akan mengakses pinjaman juga harus melalui pelatihan . Pelatihan ini bertujuan agar anggota mempunyai kesadaran dan pemahaman serta sikap yang baik untuk menabung.

Jin Lee, warga Korea yang menjadi penerjemah bahasa kepada delegasi Indonesia, mengisahkan kehidupan keluarganya yang dahulu miskin, sekarang mempunyai banyak tabungan. Menurutnya, berkat keikutsertaan pada Saemaul Geumgo kondisi perekonomian keluarga mengalami perubahan yang signifikan.

Saemaul Geumgo banyak berkembang pesat  sampai sekarang. Saemaul Geumgo memberikan pendidikan kepada warga desa agar memahami pelayanan dan keuntungan yang diperoleh. Semua warga desa memiliki tabungan berbagai jenis simpanan diantaranya simpanan beras, simpanan anti rokok, simpanan anti alkohol, dan beberapa jenis simpanan lainya. “Pelayananya berbeda dengan bank,” kata Jin Lee. (ES)