The ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) berdiri dilatarbelakangi oleh tantangan akan hilangnya keanekaragaman hayati. ACB merupakan organisasi antarpemerintah yang mefasilitasi kerja sama dan koordinasi antara 10 Negara Anggota ASEAN dengan organisasi regional dan internasional tentang konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, dan penggunaan sumber daya alam yang memberikan keuntungan merata bagi pihak-pihak yang terlibat.
ACB memulai perjalanannya pada 1998 ketika 10 Negara Anggota ASEAN mendirikan proyek the ASEAN Regional Centre for Biodiversity (ARCBC) dengan dukungan dana dari Uni Eropa. Proyek ini bertujuan mengintensifkan konservasi dan keanekaragaman hayati dan mempromosikan jaringan kelembagaan negara-negara ASEAN dan organisasi mitra ASEAN dan Uni Eropa.
Melihat program ARCBC unggul dan produktif, Menteri Lingkungan ASEAN membentuk ACB yang telah diratifikasi oleh 10 Negara Anggota ASEAN mulai 2006 hingga 2017.
Setelah terbentuk, ACB mempunyai beberapa program yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengelolaannya secara berkelanjutan. Salah satunya adalah Small Grant Programme (SGP). SGP bertujuan memberikan kontribusi pada perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan kebutuhan dasar penduduk lokal di kawasan ASEAN. Dalam konteks ini, SGP mendapat dukungan dana dari Pemerintah Republik Federal Jerman melalui KfW. SGP mempunyai dua komponen: Pelaksanaan Hibah Kecil dan Koordinasi Daerah
Perkumpulan Desa Lestari menjadi salah satu penerima SGP Siklus 4 pada Pelaksanaan Hibah Kecil yang disediakan oleh Penabulu Grant Management. Kami menginisasi program Eskalasi Usaha Madu Kelompok Tani Hutan di Taman Nasional Way Kambas. Program ini bertujuan meningkatkan ketersediaan madu petani sesuai permintaan pasar dengan meningkatkan skala usaha madu.
Program ini berjalan selama enam bulan, dimulai pada 1 Juli hingga 31 Desember 2022. Pelaksanaan program menyasar pada Kelompok Tani Hutan di tiga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas: Desa RJU II, Desa Braja Harjosari, dan Desa Braja Yekti. Di awal program, Koperasi Pemasaran Madu Alas Kambas terbentuk.