Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) berdedikasi menyedikan pelayanan di bidang kerjasama internasional untuk pembangunan berkelanjutan danpekerjaan pendidikan internasional. GIZ telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun di berbagai bidang, diantaranya pengembangan ekonomi dan promosi lapangan kerja, energi dan lingkungan, serta perdamaian dan keamanan.
Berkantor di Bonn dan Eschborn, GIZ memiliki lebih dari 24 ribu karyawan yang 70 persennya adalah staf nasional yang bekerja di sekitar 120 negara di dunia. Per tahun 2021, GIZ menghasilkan volume bisnis sekitar EUR 3,7 miliar.
Misi GIZ mengelola perubahan, menyediakan pengetahuan, mengembangkan solusi, memanfaatkan instrument dan jaringan secara fleksibel dan inovatif, bertindak sebagai perantara, bekerja dengan didorong oleh nilai dan prinsip-prinsip tatanan sosial, menyarankan pembuat kebijakan, mengamankan hasil, dan menjadi pemain global.
Indonesia menjadi salah satu negara mitra prioritas dan kerja sama internasional Jerman. Berdasarkan penugasan oleh Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), GIZ bekerja di Indonesia sejak 1975 dan mempunyai kantor di Jakarta. Pemberi tugas lainnya antara lain adalah Kementerian Federal Lingkungan Hidup Jerman, Kementerian Luar Negeri Jerman dan Uni Eropa. Saat ini, 351 tenaga kerja nasional, 34 tenaga kerja asing, 3 Tenaga Ahli Terintegrasi pada institusi setempat dan 4 bekerja Tenaga Ahli Pembangunan di Indonesia (per 31 Desember 2021).
Ada tiga fokus kerjasama pembangunan GIZ dengan Pemerintah Indonesia, yaitu energi dan perubahan iklim, pertumbuhan inklusif yang dapat menjangkau masyarakat luas, dan pemerintahan yang baik dan jejaring global.
Perkumpulan Desa Lestari berkolaborasi dengan GIZ dalam sebuah program pencegahan deforestasi dengan menerapkan sistem Praktek Agroforestri Berkelanjutan di Kabupaten Kerinci, Jambi. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat hutan lestari untuk mengelola hutan produksi secara lestari, termasuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui peningkatan kualitas dan diversifikasi produk kayu manis dan kopi. Program ini menyasar tiga desa, yaitu Pungut Hilir, Tamiai, dan Lubuk Paku.